BONTANG – Wajah perkotaan Kota Bontang kini tengah bersiap menyongsong standar baru. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, turun langsung meninjau proyek rekonstruksi trotoar dan drainase di Kota Taman, Senin (29/12/2025). Peninjauan ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kaltim kini lebih berorientasi pada aspek "memanusiakan" pejalan kaki.
Proyek yang didanai melalui skema Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik, tetapi juga bertujuan memperkuat sistem drainase perkotaan guna mengantisipasi genangan air saat hujan deras.
Dalam evaluasi lapangannya, Rudy Mas’ud menekankan bahwa estetika kota tidak boleh mengabaikan fungsi keselamatan. Ia menginginkan trotoar di Bontang menjadi ruang publik yang ramah bagi seluruh kalangan.
“Trotoar bukan hanya soal estetika kota, tetapi menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Saya minta kualitas pengerjaan benar-benar diperhatikan. Fasilitas ini harus inklusif, dapat dinikmati dengan aman oleh lansia hingga penyandang disabilitas,” tegas Rudy Mas’ud.
Gubernur juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara trotoar dan drainase. Ia tidak ingin pembangunan jalur pejalan kaki justru menyumbat aliran air yang memicu banjir di kawasan sekitarnya.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menjelaskan bahwa pemerintah kota bergerak cepat dalam mewujudkan visi tersebut. Saat ini, penanganan trotoar di Bontang telah mencapai hampir 10 kilometer dan terus dipulihkan secara bertahap.
“Kami tidak hanya membangun lantai trotoar, tetapi juga memasang penerangan jalan khusus pejalan kaki. Ini penting agar warga merasa aman dan nyaman beraktivitas, terutama pada malam hari,” jelas Agus Haris di hadapan rombongan Gubernur.
Sebagai langkah maju, Gubernur Rudy Mas’ud mendorong Pemkot Bontang untuk tidak ragu mengadopsi standar pembangunan infrastruktur dari kota-kota besar yang telah berhasil.
“Kita bisa belajar dari Jakarta, atau bahkan melihat standar trotoar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Standar kenyamanan pejalan kaki di sana sudah jelas, tinggal kita sesuaikan dengan kondisi dan karakter daerah di Bontang,” tambahnya.
Rekonstruksi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata, mendukung mobilitas masyarakat, serta menggairahkan aktivitas ekonomi lokal. Sinergi antara Pemprov Kaltim dan Pemkot Bontang melalui bantuan keuangan ini menjadi bukti nyata bahwa anggaran pembangunan dikelola secara efektif, akuntabel, dan tepat sasaran. (adv/diskominfo/addg/pt)
Editor : Indra Zakaria