SEPAKU- Presiden Joko Widodo baru saja melakukan groundbreaking tahap kedua sejumlah proyek infrastruktur penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai dari Bandara IKN, Gedung Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Gedung BPJS Ketenagakerjaan hingga PLTS dengan kapasitas 50 megawatt, pada 1-2 November. Dari sisi swasta, Presiden turut menjadi saksi dimulainya pembangunan sekolah internasional, rumah sakit hingga kawasan perbelanjaan. Dalam keterangannya, Presiden Jokowi menyebut nilai investasi swasta yang masuk di IKN hingga pengujung tahun nanti mencapai Rp 45 triliun.
Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan, pada akhir tahun nanti, Presiden direncanakan melakukan groundbreaking tahap ketiga di IKN. Setidaknya, ada 12 investor yang siap untuk memulai investasi pada akhir tahun nanti.
Jumlah investor tersebut, sebut Bambang kemungkinan masih bisa bertambah seiring berjalannya waktu. Sebab, hingga saat ini, Otorita IKN sudah menerima ratusan Letters of Interest (LoI) dari para investor. "Kalau nilai investasi, khusus tahap ketiga nanti sekitar Rp 10 triliun," jelas Bambang.
Di sisi lain, Bambang mengaku progres pembangunan di kawasan IKN dinilai masih on the track, dengan persentase sekitar 50 persen untuk infrastruktur utama.
Pembangunan infrastruktur dasar yang saat ini sudah berjalan, disebut Bambang sudah menunjukkan kelengkapan ekosistem sebuah kota. Ekosistem ini akan dilengkapi dengan fasilitas lain, seperti fasilitas kesehatan, pendidikan dan hiburan, yang membuat IKN akan memiliki "ruh" sehingga tidak membosankan.
"Bulan depan kita lihat yang lebih fun-fun masuk untuk investasi," ucap Bambang, Kamis (2/11) malam. Pria kelahiran Yogyakarta ini menilai perkembangan pembangunan IKN hingga saat ini masih sesuai denga skema yang direncanakan. Dimulai dengan proyek yang dikerjakan pemerintah dan disusul investor swasta dalam negeri. Tahun depan, investor luar negeri diproyeksikan akan memulai investasi di kawasan IKN.
"Saat ini memang swasta dalam negeri yang kami prioritaskan. Nah tahun depan kami targetkan bisa dua kali lipat nilanya," ujar Bambang.Tidak menutup kemungkinan, investor dalam negeri nantinya akan menjalin kerjasama dengan investor asing. Skema kerjasama ini, sebut dia memang memungkinkan dilakukan jika berkaca dari pembentukan konsorsium nusantara yang sudah memulai investasi pada tahap pertama kemarin.
"Misalnya pembangunan rumah di sela botanical garden, lapangan golf hingga sekolah-sekolah yang akan di-upgrade," jelas dia. Di sisi lain, Bambang juga masih menanti realisasi kerjasama Otorita IKN dengan sejumlah universitas luar negeri, seperti Stanford University. Ada juga konsorsium tiga universitas di Belanda yang ingin menjalin kerjasama dengan Otorita IKN.
"Ada juga permintaan yang dikoordinis oleh Tony Blair Institue, yang akan coba kami ejawantahkan," kata Bambang. Kerjasama dengan univeritas ternama ini, dikatakan Bambang menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia di IKN. (hul)
Editor : izak-Indra Zakaria