Oleh: Suyanto, warga Tengin Baru, Sepaku
PROKAL.CO, SEPAKU-Seperti komoditas perkebunan lainnya, membudidayakan kopi liberika harus melalui sejumlah tahapan. Berikut tahapan yang biasa dilakukan petani di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang saat ini masuk ke wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mempersiapkan lahan
Lahan kosong dan datar di-clearing. Lahan dengan kemiringan atau lereng dibuat terasering dan ukuran disesuaikan dengan rencana jarak tanam. Ini dimaksudkan untuk penyerapan air dan untuk penetrasi hara.
Penaung kopi untuk lahan kehutanan tinggal dilakukan penjarangan dan hindari jenis kayu yang fast growing, dikarenakan kekuatan tumbuh biasa kurang kukuh dan berakibat tumbang atau saat penebangan dapat mengganggu tanaman utamanya.
Penaung kopi untuk lahan yang kosong dan datar bisa menggunakan multi purpose tree species (MPTS) yang memiliki nilai ekonomis seperti cempedak, durian, jengkol, petai, sukun, dan jeruk.
Jarak tanaman penaung disesuaikan dengan tujuan agar dapat menaungi tanaman kopi dan sinar matahari dapat menembus ke tanaman kopi. Misalnya, dalam 1 hektare dibatasi 100 pohon penaung.
Pemilihan bibit
Pastikan bibit kopi liberika berasal dari bibit bersertifikat atau berasal dari pohon indukan berkualitas baik.
Bibit kopi yang siap tanam berukuran 50 - 70 cm agar kemampuan untuk tumbuh lebih besar. Dan bibit diangkut lahan yang sudah disiapkan.
Pembuatan lubang tanam
Membuat lubang tanam berukuran 40x40x40 cm dan membuat ajir pada titik penanaman, agar jarak tanam sesuai dan terlihat rapi atau lurus.
Pembuatan jarak tanam dengan sistem pagar bisa kopi liberika dengan arah utara ke selatan antarbaris 4 x 2 meter. Dimaksudkan agar cahaya matahari lebih maksimal menyinari tanama kopi yang ditanam agak rapat dan lebih optimal jumlah tanamannya. Atau jarak tanam biasa berukuran 3x3 m.
Penanaman
Masukan pupuk kandang atau kompos yang sudah difermentasi terlebih dahulu dan didiamkan satu minggu sebelum penanaman
Melakukan penanaman bibit yang sudah disiapkan pada lubang tanam dan sudah dimasukan pupuk kandang/kompos hasil fermentasi.
Penanaman kopi diawali dengan merobek polibag dengan menggunakan pisau dan tetap menjaga kondisi bibit kopi tidak rusak. Masukan bibit ke lubang tanam dengan mengaduk pupuk kandang/kompos dengan tanah top soil sekitar lubang. Selanjutnya meletakkan polibag bekas di ajir agar dapat di ketahui sudah di lakukan penanaman.
Pemupukan
Pemupukan mineral dilakukan dua kali dalam setahun. Dilakukan pada saat awal musim penghujan dan akhir musim penghujan. Cara pengaplikasianya disesuaikan dengan jarak tanamnya.
Kopi liberika dengan jarak tanam 4 x 2 m dengan sistem pagar, pemupukan dapat dilakukan dengan sistem jalur di antara baris tanaman kopi. Jarak dari batang utama antara 30-40 cm dengan ketebalan 5 cm. Kemudian taburkan pupuk di jalur dan ditutup dengan tanah.
Jika dengan jarak tanam 3x3 m dapat dilakukan dengan pemupukan sistem piringan dengan bersamaan membersihkan gulma sekitar batang utama. Membuat lingkaran di bawah ujung tajuk dengan kedalaman 5-10 cm, selanjutnya menaburkan pupuk dalam lingkaran kemudian ditutup tanah.
Pemangkasan
Tanaman kopi yang paling krusial adalah pemangkasan wiwilan yang mudah tumbuh dan dapat menyerap sari makanan, sehingga harus dibuang agar fokus kepada batang yang akan menghasilkan buah.
Pemangkasan adalah tindakan teknis budidaya yang sangat penting, agar mengarahkan pertumbuhan tanaman kopi menjadi sehat, kuat, mempunyai keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif. Sehingga tanaman lebih produktif untuk menghasilkan buah sebagai hasil panenan.
Pemangkasan ringan dilakukan pada tanaman muda dengan membuang tunas air, cabang tumbuh ke arah bawah dan arah atas, kemudian cabang cacing atau cabang yang sudah tidak produktif.
Pemangkasan berat dilakukan untuk tanaman tua atau lebih 10 tahun dan dipangkas saat akhir musim kemarau atau awal musin penghujan. pemangkasan yang dilakukan dengan memangkas batang yang tidak produktif atau tidak menghasilkan buah.
Pemangkasan dilakukan bersamaan saat melakukan pemupukan dan pemangkasan. Ini dimaksudkan agar dampak dari pemupukan dapat fokus kepada cabang yang dipertahankan.
Pemanenan kopi
Pada umur 2,5 tahun kopi sudah belajar berbuah dan menghasilkan ceri berwarna merah marun. Pemetikan buah kopi dilakukan dan hindari tangkai bawah terambil, karena masih ada berpotensi untuk muncul bunga berikutnya.
Gunakan karung goni sebagai tempat hasil petik buah. Selanjutnya dikumpulkan dikarung yang lebih besar untuk memudahkan pengangkutan ke tempat pasca panen.
Kemudian ditimbang, dimaksudkan untuk memudahkan evaluasi dan untuk meningkatkan produktivitas buah. (habis/far)
Editor : Faroq Zamzami