Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Zelenskyy Lobi Amerika Serikat: Minta AS Jamin Keamanan Ukraina Hingga 50 Tahun

Redaksi Prokal • 2025-12-30 09:24:48
Volodymyr Zelenskyy
Volodymyr Zelenskyy

PROKAL.CO – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan rincian pembicaraannya dengan Presiden AS Donald Trump pasca-pertemuan tingkat tinggi di Mar-a-Lago, Florida, Minggu (28/12). Zelenskyy menyatakan telah meminta komitmen keamanan jangka panjang dari Amerika Serikat dengan durasi mencapai 30 hingga 50 tahun.

Pertemuan bilateral tersebut menjadi sorotan dunia, mengingat Trump sebelumnya juga mengonfirmasi telah melakukan percakapan telepon yang diklaimnya "sangat produktif" dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam pernyataannya kepada media Ukraina Novyny.LIVE, Zelenskyy menjelaskan bahwa draf dokumen saat ini mencakup jaminan keamanan selama 15 tahun dengan opsi perpanjangan. Namun, ia merasa durasi tersebut masih kurang untuk memastikan stabilitas Ukraina di masa depan.

"Kami mengonfirmasi dengan Presiden AS bahwa kami akan memiliki jaminan keamanan yang kuat. Saya mengangkat isu durasi ini kepada Presiden Trump; saya ingin jaminan tersebut lebih lama. Saya katakan kepadanya bahwa kami ingin mempertimbangkan kemungkinan 30, 40, hingga 50 tahun," ujar Zelenskyy, Senin (29/12).

Donald Trump memberikan sinyal bahwa kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik di Ukraina nantinya akan mencakup perjanjian keamanan yang melibatkan peran aktif negara-negara Eropa dalam hal perlindungan.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, pada 15 Desember lalu. Merz menyebut bahwa Uni Eropa dan AS telah sepakat untuk memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina dengan skema yang dimodelkan berdasarkan Pasal 5 NATO—prinsip pertahanan kolektif di mana serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua.

Posisi Rusia: Netralitas adalah Kunci

Di sisi lain, Rusia tetap pada posisi tawar yang tegas. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengeklaim bahwa Moskow dan Washington telah mencapai titik kesepahaman mengenai status masa depan Ukraina. Menurut Lavrov, Ukraina harus kembali ke status asalnya sebagai negara yakni Non-Blok alias tidak bergabung dengan aliansi militer mana pun. Lalu netral yakni tidak memihak dalam konflik geopolitik. Serta non-nuklir dimana Ukraina tidak memiliki atau mengembangkan senjata nuklir.

Diplomasi maraton di Florida ini menandai babak krusial dalam upaya penghentian perang, di mana penentuan nasib keamanan Ukraina menjadi titik pusat perdebatan antara Kyiv, Washington, dan Moskow. (*)

Editor : Indra Zakaria