Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Buntut Penembakan Ibu Tiga Anak oleh Agen ICE, 29 Pengunjuk Rasa Ditangkap di Minneapolis

Redaksi Prokal • 2026-01-12 07:25:17
Renee Nicole Macklin Good tewas ditembak agen ICE.
Renee Nicole Macklin Good tewas ditembak agen ICE.

MINNEAPOLIS — Gelombang kemarahan publik pecah di Minnesota, Amerika Serikat, menyusul tewasnya Renee Nicole Macklin Good (37), seorang penyair dan ibu tiga anak yang ditembak mati oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Otoritas setempat mengonfirmasi telah menangkap sedikitnya 29 orang dalam aksi protes yang berlangsung hingga Sabtu (10/1).

Aksi unjuk rasa ini merupakan respons atas kematian Good tiga hari sebelumnya, yang terjadi di tengah peningkatan operasi imigrasi besar-besaran di wilayah tersebut. Sosok Good yang dikenal sebagai aktivis komunitas dan penyair menjadikan insiden ini pemantik amarah warga atas penggunaan kekuatan mematikan oleh agen federal.

Kepala Polisi Minneapolis, Brian O’Hara, dalam jumpa pers menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan terhadap demonstran yang berkumpul di sebuah hotel di pusat kota Minneapolis, tempat para petugas ICE dikabarkan menginap. Polisi mengeklaim massa sempat mencoba merangsek masuk ke dalam hotel. Dalam ketegangan tersebut, seorang petugas dilaporkan terluka setelah terkena lemparan es dari arah barisan pendemo.

Penyelidikan Resmi dan Hambatan Pengawasan Kongres Kantor Jaksa Agung Minnesota kini telah turun tangan memulai penyelidikan bersama Kantor Jaksa Wilayah Hennepin. Investigasi difokuskan pada pengumpulan dan penyimpanan bukti-bukti terkait penembakan Renee Nicole Good untuk memastikan adanya transparansi dalam penanganan kasus ini.

Di sisi lain, ketegangan juga merembet ke ranah politik. Anggota Kongres dari Minnesota, Ilhan Omar, melaporkan adanya upaya penghalangan oleh agen federal saat dirinya bersama dua anggota kongres lainnya hendak melakukan kunjungan pengawasan ke pusat penahanan ICE di dekat Minneapolis.

Setelah sempat tertahan, mereka akhirnya diminta meninggalkan lokasi secara paksa. Omar mengkritik keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya terang-terangan untuk menghalangi tugas konstitusional anggota Kongres dalam melakukan pengawasan terhadap lembaga federal. Insiden ini semakin memperkeruh hubungan antara otoritas imigrasi federal dengan pejabat setempat serta masyarakat Minnesota. (*)

Editor : Indra Zakaria