Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pangeran Mohammed bin Salman Tegaskan Arab Saudi Tak Akan Jadi Alat Serang Iran

Redaksi Prokal • 2026-01-14 14:30:00
Pangeran Muhammad bin Salman yang akrab disapa MBS saat menghadiri "CEDA Workshop on the Tourism Sector" di Arab Saudi pada 7 Februari 2019. (World Tourism Organization/Flickr)
Pangeran Muhammad bin Salman yang akrab disapa MBS saat menghadiri "CEDA Workshop on the Tourism Sector" di Arab Saudi pada 7 Februari 2019. (World Tourism Organization/Flickr)

RIYADH- Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), memberikan jaminan keamanan yang kuat bagi stabilitas kawasan dengan menyatakan bahwa kerajaannya tidak akan pernah mengizinkan wilayah udara maupun daratnya digunakan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Penegasan ini disampaikan sebagai bentuk sikap resmi Riyadh yang sejak awal mengecam keras segala bentuk agresi militer yang ditujukan kepada Teheran.

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, Pangeran Mohammed menyampaikan kembali kecaman kerasnya terhadap tindakan militer yang dilakukan oleh rezim Zionis. Arab Saudi memposisikan diri sebagai pihak yang aktif menggalang persatuan di antara negara-negara internasional untuk mengutuk agresi tersebut, sekaligus melakukan konsultasi diplomatik intensif guna menekan Israel agar menghentikan serangan militernya di kawasan Timur Tengah.

Sikap tegas calon raja Arab Saudi ini juga mencakup penolakan terhadap intervensi militer Amerika Serikat yang sebelumnya menyasar situs-situs nuklir milik Iran. MBS menekankan bahwa kedaulatan wilayah Arab Saudi adalah harga mati dan tidak akan dibiarkan menjadi fasilitator bagi tindakan agresi apa pun terhadap sesama negara Muslim di kawasan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk mencegah meluasnya konflik yang dapat menyeret lebih banyak pihak ke dalam peperangan besar.

Komitmen Arab Saudi ini menjadi sinyal penting bagi peta geopolitik global, di mana Riyadh menunjukkan kemandirian politik luar negerinya di tengah tekanan aliansi Barat. Dengan menutup ruang bagi penggunaan wilayahnya dalam serangan terhadap Iran, Arab Saudi berupaya menjaga keseimbangan kekuatan dan memastikan bahwa stabilitas regional tetap terjaga dari ancaman eskalasi militer yang lebih luas. (*)

Editor : Indra Zakaria