PROKAL.CO- Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan bahwa sejumlah pesawat militer Amerika Serikat hancur di wilayah Isfahan pada hari Minggu. Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, insiden ini terjadi saat pasukan AS tengah menjalankan misi pencarian seorang pilot yang terdampar di wilayah Iran. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebutkan bahwa penghancuran pesawat musuh tersebut merupakan hasil operasi gabungan yang melibatkan Angkatan Dirgantara, Pasukan Darat, Unit Populer, Basij, serta komando Kepolisian.
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, yang merupakan komando terpadu angkatan bersenjata Iran, merinci bahwa aset militer yang jatuh mencakup satu pesawat angkut berat C-130 Hercules dan dua helikopter Black Hawk. Lokasi kejadian tersebut terpusat di wilayah selatan Provinsi Isfahan, di mana pada hari yang sama militer Iran juga mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak milik Israel.
Bahkan ada kabar 3 pesawat dihancurkan untuk menyelamatkan dua pilot F-15 itu, yakni dua C-130 Hercules (seharga total $140 juta), 1 Warthog (seharga 80 juta dolar).
Ketegangan di wilayah tersebut berakar dari jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat pada hari Jumat sebelumnya. Misi penyelamatan yang dikerahkan AS bertujuan untuk mengevakuasi kru pesawat tersebut, namun muncul perbedaan narasi yang tajam antara kedua belah pihak. Meski Teheran mengeklaim keberhasilan dalam melumpuhkan pesawat-pesawat penyelamat, pihak Washington memberikan keterangan yang berbeda mengenai kronologi di lapangan.
Pejabat Amerika Serikat beserta Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa kru dari jet yang jatuh telah berhasil diselamatkan dan kini berada dalam kondisi aman. Laporan internal dari pihak AS menyebutkan bahwa penghancuran pesawat di lokasi tersebut sebenarnya dilakukan secara sengaja oleh pasukan mereka sendiri. Langkah ini diambil setelah pesawat mengalami kendala teknis, guna mencegah teknologi militer yang sensitif jatuh ke tangan pihak Iran.
Insiden ini semakin memperkeruh eskalasi regional yang terus memanas sejak awal tahun 2026. Sehari sebelum klaim penghancuran ini, Iran mengumumkan bahwa mereka telah mengaktifkan sistem pertahanan udara terbaru untuk menargetkan jet tempur Amerika Serikat. Pihak berwenang di Teheran juga menegaskan komitmen mereka untuk mengambil kendali penuh atas wilayah udara nasional di tengah meningkatnya aktivitas militer asing di kawasan tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria