MAROKO — Duka mendalam menyelimuti dunia sepak bola Maroko. Impian besar seorang atlet muda wanita, Faten Ben Amar El Azizi, harus berakhir di dasar laut Mediterania. Pemain klub Moghreb Athletic Tanger itu tewas saat berusaha menyeberang secara ilegal ke wilayah Spanyol.
Kisah kematian Faten menjadi sorotan internasional karena menyimpan ironi yang begitu menyayat hati: visa legal Spanyol miliknya justru disetujui pada hari yang sama ia kehilangan nyawanya di tengah laut. Faten nekat mengambil risiko berbahaya dengan mencoba berenang menuju wilayah kantong Spanyol di Ceuta. Ia menjadi bagian dari gelombang besar imigrasi ilegal yang kembali melonjak drastis akibat tekanan ekonomi berat di Maroko.
Berdasarkan laporan BBC, sejak Kamis (30/7/2026), lebih dari 600 ribu warga Maroko tercatat mencoba mempertaruhkan nasib untuk menuju Spanyol. Namun, jalur laut yang ditempuh berbuah tragedi; BBC melaporkan sedikitnya 50 orang meninggal dunia akibat tenggelam, sementara Al Jazeera mencatat korban jiwa mencapai 67 orang.
Kabar kepergian Faten memukul telak hati keluarganya. Sang ibu tak mampu membendung air mata setelah mengetahui putrinya berpulang untuk selamanya, tepat sebelum ia sempat mengetahui bahwa permohonan visa legalnya telah dikabulkan oleh pihak Spanyol. Ucapan duka dan simpati pun mengalir deras dari berbagai pihak. Presiden Serikat Pesepak Bola Profesional Maroko (UMFP), Mustapha El Hadaoui, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang menimpa pemain berusia 20 tahun tersebut.
"Menyampaikan belasungkawa yang tulus dan mengungkapkan simpati yang mendalam kepada keluarga almarhumah, kerabatnya, rekan setimnya di Moghreb de Tanger, dan seluruh keluarga sepak bola Maroko," tulis El Hadaoui, seperti dikutip dari La Gazetta Dello Sport.
Jenazah Faten Ben Amar El Azizi kini telah dikebumikan di kampung halamannya di Tetouan. Menurut laporan Al Jazeera, warga setempat berbondong-bondong hadir di pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang atlet muda yang pergi di tengah mimpi besarnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co