Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kasihan..!! Induk Orang Utan Tewas, Ada Luka Benda Tajam, BKSDA Bilang Begini

Syahriani Siregar • Sabtu, 13 Juli 2024 - 23:15 WIB
Satu individu orang utan ditemukan mati tergeletak di kebun milik warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara. (IST)
Satu individu orang utan ditemukan mati tergeletak di kebun milik warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara. (IST)

 

 Satu induk orang utan (Pongo pygmaeus) ditemukan mati di kebun milik warga di Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Rabu (10/7) pagi.

Spesies kera besar terancam punah itu ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan luka di bagian punggungnya. Orang utan malang itu ditemukan dengan posisi terbaring di atas pelepah daun pisang. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, luka tersebut disebabkan karena benda tajam. 

“Ada luka di punggung orang utan itu. Sebelum ditemukan mati, ada kemungkinan terjadi interaksi negatif dengan manusia,” kata seorang sumber kepada Pontianak Post, Kamis (11/7). 

Kepala Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Bastarin mengungkapkan, penemuan mayat orang utan itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB, oleh warga sekaligus pemilik kebun. “Kemarin saya dihubungi warga. Katanya ada ditemukan bangkai orang utan di kebun warga. Setelah dicek ternyata benar,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (11/7).

Bastarin menuturkan, awalnya warga tersebut sedang mencari serai dan lengkuas yang akan digunakan untuk pesta pernikahan saudaranya. Setibanya di kebun itu, warga melihat anak orang utan di atas pohon. Warga kemudian menghubungi seorang rekannya, dan berniat akan mengusir anak orang utan tersebut.

Namun, di saat bersamaan, mereka justru melihat induk orang utan tergeletak tak bernyawa di atas pelepah pisang. “Melihat kejadian itu mereka pun tidak berani melakukan apa-apa. Mereka langsung menghubungi petugas,” kata Bastarin.

Menurutnya, induk orang utan yang ditemukan mati tersebut sudah lama terpantau di kebun milik warga. Bahkan, kata dia, tidak jarang orang utan tersebut mencari makan dan merusak tanaman warga. 

“Sebenarnya orang utan itu sudah lama terpantau berada di perkebunan warga. Maklum, di sini berbatasan bahkan satu daratan dengan Taman Nasional Gunung Palung,” ujarnya.

Bastarin mengaku sudah sering mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan interaksi apapun jika bertemu orang utan di kebun mereka. “Kami sudah sering mengimbau, jika bertemu orang utan agar tidak melakukan interaksi, apa lagi sampai membunuh satwa dilindungi itu,” kata dia. Saat ini mayat induk orang utan tersebut telah dievakuasi petugas untuk dilakukan nekropsi (bedah bangkai) untuk mengetahui penyebab kematiannya. Demikian juga dengan anakan orang utan telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan  perawatan medis. 

 

Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, RM Wiwied Widodo membenarkan adanya penemuan mayat orang utan di kebun warga di Desa Riam Berasap, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara.

“Benar, kemarin kami mendapat informasi, memang ditemukan mayat orang utan,” katanya. Wiwied menyebutkan, penemuan mayat indukan orang utan itu berawal saat warga menemukan anakan orang utan yang berada di tegakan pohon, tidak jauh dari lokasi penemuan mayat induknya.

“Saya perintahkan kepada petugas di lapangan untuk mensterilkan area itu. Karena jika ditemukan ada anakan orang utan, maka bisa dipastikan ada sesuatu pada induknya. Dan ternyata benar. Induknya mati,” bebernya. Wiwied juga menyebutkan, terhadap mayat induk orang utan tersebut akan dilakukan nekropsi atau bedah bangkai. 

Namun, berdasarkan pemeriksaan sementara, ditemukan ada luka di bagian punggung, antara perut dan ginjal dengan kedalaman 7 cm dan panjang 3 cm.

Wiwied menduga kuat, luka tersebut akibat benda tajam berupa pisau atau tombak. Namun untuk kepastiannya, ia masih menunggu hasil pemeriksaan medis.   “Luka ini akibat luka benda tajam. Untuk lebih jelasnya nanti kita tunggu hasil nekropsi. Kemungkinan hasilnya akan keluar dalam satu minggu ini,” jelasnya.

Wiwied meyakini indukan orang utan tersebut merupakan korban perburuan atau kesengajaan dari manusia.

“Saya yakin ini adalah perburuan. Yang menjadi target adalah bayi orang utan. Nah, untuk mengambil bayi orang utan, tidak ada jalan lain selain membunuh induknya. Khususnya indukan betina, karena induk betina sangat erat melindungi anakan. Dia tidak akan melepaskan pelukannya kecuali mati,” bebernya. Wiwied menduga, peristiwa yang terjadi di Desa Riam Berasap ini ada kaitannya dengan dua kejadian sebelumnya, yakni penemuan bayi orang utan.

Namun demikian, pihaknya bersama tim gabungan masih akan melakukan investigasi dan pendalaman. (arf)

 
 
 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria
#kalbar #bksda #orang utan