SUNGAI RAYA – Arus mudik menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Bandara Internasional Supadio, Kalimantan Barat, menunjukkan tren peningkatan signifikan. Tercatat, ribuan penumpang telah memadati terminal keberangkatan dan kedatangan dalam sepekan terakhir.
Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Supadio, M. Joko Wahyudi, mengungkapkan bahwa pergerakan penumpang pada periode 15–20 Desember 2025 telah mencapai 8.921 orang.
“Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” ujar Joko. Berdasarkan data manifest penerbangan, terdapat lima rute utama yang menjadi pilihan favorit masyarakat selama musim libur Nataru tahun ini yakni Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Batam, Ketapang (Rute Intrapovinsi).
Guna mengakomodasi lonjakan penumpang yang kian meningkat, beberapa maskapai mulai mengoperasikan penerbangan tambahan. Airport Quality and SMS Department Head Bandara Supadio, Idham Rahadian, merinci jadwal tersebut:
Garuda Indonesia mengoperasikan satu jadwal kedatangan dan satu keberangkatan tambahan. Super Air Jet menambah dua penerbangan dari dan ke Yogyakarta. Total Penumpang Extra Flight: Mencapai 160 penumpang kedatangan dan 180 penumpang keberangkatan per 20 Desember.
Idham menambahkan bahwa maskapai lain juga telah mengajukan permohonan extra flight hingga H-1 Natal dan saat ini tengah menunggu penyesuaian slot serta persetujuan dari kementerian terkait. Pihak otoritas bandara memastikan seluruh fasilitas operasional siap melayani arus penumpang hingga puncak tahun baru 2026 nanti.
Posko Terpadu Nataru telah dioperasikan sebagai pusat informasi dan penanganan kendala di lapangan. Pengaturan alur penumpang diperketat guna menghindari penumpukan di area check-in maupun ruang tunggu. Penguatan kerja sama dengan maskapai, pihak keamanan, dan navigasi udara untuk menjamin ketepatan waktu penerbangan.
“Seluruh fasilitas kami siapkan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap aman, nyaman, dan lancar selama periode Nataru,” pungkas Idham. (*)
Editor : Indra Zakaria