Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Parpol Terbelah di Kotabaru

miminradar-Radar Banjarmasin • Senin, 22 Juni 2020 - 20:02 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KOTABARU - Kekuatan Parpol dipastikan terbelah di Bumi Saijaan. Satu kubu mendukung pasangan Sayed Jafar dan Sudian Noor (Dua S), sisanya ke Zairullah Azhar dan Zulkipli AR (Dua Z).

Pendukung pasangan Sayed Jafar-Sudian Noor dari Golkar (5 kursi), PAN dan Hanura masing-masing tiga kursi. Kemudian ada PKS dan Nasdem masing-masing dua kursi. Terakhir, Demokrat dan PBB masing-masing satu kursi.

Untuk Zairullah Azhar dan Zulkipli AR, ada PDI Perjuangan dengan tujuh kursi. Ditambah PKB empat kursi dan Gerindra dua kursi. "Rencana PPP (empat kursi) akan gabung juga," kata Zulkipli kemarin.

Zul--panggilan akrabnya-- membenarkan, masa pandemi ini petahana Sayed Jafar diuntungkan. Karena sering ke lapangan membagikan banyak bantuan. Tapi itu tidak jadi soal. "Masyarakat sudah tahu, bahwa bantuan itu banyak dari programnya pemerintah pusat. Tim kita di lapangan juga aktif mengedukasi warga," bebernya.

Sejauh ini Zul optimis dengan mesin partainya. PDI Perjuangan sebutnya merupakan pemenang Pemilu di Kotabaru tahun lalu. Kader kuat sampai ke akar rumput.

Ditambah dukungan Parpol lain, Zul percaya mayoritas suara akan diraih. "Kita sudah bentuk tim hingga ke tingkat desa," jelasnya.

Benarkah PPP akan gabung ke pasangan Dua Z? Ketua DPD PPP Kotabaru M Arif enggan membeber ke arah mana dukungannya. "Kita tunggu saja SK dari DPP," ucapnya.

Sementara itu, tim pasangan Dua S terlihat jemawa. Menyusul masih tingginya popularitas mereka dibanding pasangan-pasangan yang lain.

"Kami masih tertinggi dari survei terakhir. Dan tim di lapangan juga semakin solid," kata Arbani salah satu tim pemenangan pasangan Dua S.

Menurut Arbani, dengan kekuatan yang ada pada mereka saat ini, optimis suara maksimal akan diraih. "Apalagi kemajuan di zaman petahana lima tahun terakhir bisa dirasakan masyarakat," klaimnya.

Ke dua kubu itu sama-sama mengklaim siap segala teknis kampanya terbatas. KPU sudah mengeluarkan aturan, tidak boleh kampanye akbar. Harus terbatas. Atau memaksimalkan kampanye di media massa, seperti koran.

"Untuk kampanye terbatas kita masih nunggu aturan resmi dari pusat. Berapa orang terbatas itu, dan teknis lainnya," kata Ketua KPU Kotabaru Zainal Abidin.

Bagaimana gambaran umum ke dua pasangan itu di lapangan? Untuk petahana, memang dianggap berhasil dibandingkan pejabat sebelumnya di bidang infrasturktur jalan. Tapi birokrasi kepemimpinan petahana dianggap masih acak kadut.

"Pejabat-pejabat yang menduduki posisi penting banyak yang kurang disukai masyarakat. Bupatinya sudah bagus, tapi kepala dinas masih ada yang kurang sip," kata Syaripudin, warga di Pulau Laut Tanjung Selayar yang getol mengikuti perkembangan politik daerah ini.

Sementara untuk pasangan Dua Z, beberapa warga yang pro menilai, pasangan ini bisa membawa perubahan birokrasi. "Tapi mampu kah mereka? Kita tahu modal pasangan petahana kuat. Di Kotabaru, biasanya siapa yang modal kuat itu yang menang," kata Saparuddin warga di pusat kota. (zal/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik