RANTAU - Calon Gubernur Kalsel Denny Indrayana mendatangi Kabupaten Tapin, Sabtu (12/12). Dia menilai ada kejanggalan dalam rekapitulasi suara di Kecamatan Binuang.
Ada TPS dengan tingkat partisipasi pemilih 100 persen. Semuanya bahkan mencoblos calon petahana, paslon Sahbirin-Muhidin.
Menurutnya, di tengah pandemi, TPS didatangi 50 persen pemilih saja sudah syukur. Maka mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu berani menyebutnya sebagai perkara musykil.
"Maka saya meminta KPU dan Bawaslu untuk menginvestigasinya," ujarnya seusai menyaksikan proses rekapitulasi di Kecamatan Binuang.
Binuang merupakan kampung halaman Muhidin, mantan Wali Kota Banjarmasin yang kini menemani Sahbirin Noor sebagai cawagub.
Ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Ketua Bawaslu Tapin, Thessa Aji Budiono mengaku tak mendengar permintaan investigasi tersebut.
"Terkait permintaan paslon nomor urut 2 agar Bawaslu Tapin menginvestigasi, sedari awal di sana, tak ada berkomunikasi dengan kami. Mungkin itu penyampaian kepada wartawan," ujarnya kemarin (13/12) via telepon.
Thessa bahkan mengklaim, tak ada temuan atau laporan kecurangan di Binuang. "Sementara, tim mereka juga tak ada melapor kepada kami," tukasnya.
Sementara Adi Parma, anggota DPRD Tapin dapil Binuang, menganggap wajar dukungan 100 persen kepada paslon nomor urut 1.
"Binuang adalah tanah kelahiran Muhidin. Sangat wajar kalau warganya memenangkan dia. Apalagi di Pilgub sebelumnya, Muhidin juga memperoleh suara 100 persen di sini," kata politikus Partai Berkarya itu.
Dari data Sirekap, Minggu (13/12) pukul 16.10 Wita, progres data Binuang sudah 79,18 persen. Dari 79 TPS, sudah masuk 57 TPS. Sahbirin mendapat 13.329 suara (90,8 persen) dan Denny cuma mendapat 1.343 suara (9,2 persen). (dly/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin