Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ibnu Tegur Pengendara Ibu-Ibu, Pengendara Lain Celingukan

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • Selasa, 8 Januari 2019 - 16:53 WIB

BANJARMASIN - Enam titik lampu merah di Banjarmasin dipasangi CCTV. Tak sekadar kamera pengintai, ia juga dilengkapi pengeras suara. Petugas dari ruang kontrol bisa menegur pengendara yang ngeyel.

Kemarin (7/1) pagi, fasilitas baru itu diujicoba Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Hasilnya? Sukses! Ibnu menegur sejumlah pesepeda motor yang setop di atas zebra cross. "Ibu yang memakai helm warna hijau, motornya matic, tolong mundur," ujarnya.

Muncul pemandangan lucu. Yang ditegur tersentak. Buru-buru menutup kaca helm dan memundurkan roda kendaraan. Sementara pengendara lain celingukan. Mencari dari arah mana suara itu datang.

"Memang tak ada penilangan. Tapi ditegur di tengah orang banyak begitu jelas bikin malu. Sekarang ada sanksi moral bagi mereka yang melanggar peraturan lalu lintas," jelas Ibnu kepada awak media yang menonton uji coba itu.

Ruang kontrol lalu lintas ini berada di kantor Dinas Perhubungan Banjarmasin di Jalan Karya Bakti, Pasir Mas. Ruang ini dilengkapi tiga monitor besar. Kualitas videonya lumayan. Nomor pelat kendaraan sudah terlihat jelas.

Sang announcer juga bisa menggunakan fitur broadcast. Berupa siaran pengumuman serentak pada semua titik terpantau.

"Harapannya bisa menekan angka pelanggaran lalu lintas. Setop di atas zebra cross, menyerobot lajur kiri, atau bahkan berkendara di atas trotoar," jelasnya.

Namun, Ibnu belum puas. Dia menuntut agar pantauan real time bisa terkoneksi ke smartphone miliknya. "Jadi dari rumah pun saya bisa ikut memantau," imbuhnya.

Tahun kemarin, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika Banjarmasin telah memasang CCTV di sejumlah ruang publik. Sebut saja Air Mancur Menari Kamboja, Siring Nol Kilometer, Menara Pandang, Patung Maskot Bekantan, dan Taman Ramah Anak Banua Anyar.

"Semua sudah terkoneksi dengan Command Center. Milik Smart City Banjarmasin. Terhubung ke smartphone saya. Jadi yang senang mojok dalam gelap, hati-hati," tukas Ibnu seraya tertawa.

Dibangun dengan Anggaran Darurat

SAYANG, beberapa titik yang kerap dirundung kemacetan dan rawan pelanggaran lalu lintas belum dipasangi CCTV.

Seperti perempatan Jalan Sultan Adam dan Jalan Sungai Andai, perempatan Jalan Sulawesi dan Pasar Lama, serta perempatan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Veteran.

"Ini baru awal. Perempatan dan pertigaan yang rawan bakal kami pasangi CCTV juga. Maklum, pembangunannya kemarin menggunakan anggaran darurat. Serba dadakan," kata Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik.

Diceritakannya, pada tahun 2018 kemarin, Dishub sempat dijanjikan bantuan oleh Kementerian Perhubungan. Nilainya mencapai Rp1 miliar. Belakangan, bantuan itu dibatalkan.

"Pusat meminta pembangunan ruang kontrol. Kami sudah penuhi syarat itu. Entah mengapa pada detik-detik terakhir malah dicoret. Saya juga enggak mengerti," ujarnya.

Akhirnya, pembangunan ATCS (Area Traffic Control System) dibiayai APBD Perubahan 2018. Anggarannya hanya cukup untuk memasang delapan CCTV pada enam persimpangan jalan.

"Karena jangkauannya masih terbatas, lebih nyaman kalau disebut semi atau mini ATCS," imbuhnya.

Selain mengurangi angka pelanggaran di jalan raya, manfaat lain, Dishub bisa menghitung beban lalu lintas secara riil. Data itu berguna untuk perhitungan jeda pergantian antara lampu merah ke lampu hijau.

"Sekaligus juga untuk penentuan skema rekayasa jalan. Semua harus ada kajiannya," ulasnya.

Ichwan menekankan, Dishub tak berwenang menilang pesepeda motor yang tidak menggunakan helm atau menerobos lampu merah. Namun, data pelanggaran itu bisa saja dioper ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Berbeda misalnya kalau ada yang parkir di bahu jalan atau trotoar. Baru kami bisa menindaknya," pungkasnya. (fud/at/nur)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Banua umum #Banua Infrastruktur #infrastruktur