Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tutupi Biaya Operasional, DLH Bakal Komersilkan Air Mancur Menari

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • Kamis, 10 Januari 2019 - 17:22 WIB

BANJARMASIN - Pertunjukan air mancur menari di Taman Kamboja tidaklah murah. Meski masih ditanggung APBD, muncul gagasan untuk mengomersialkannya. Guna menutupi ongkos pertunjukan dan perawatan.

"Kami dihadapkan pada dua pilihan. Dikomersialkan atau pengunjung dipungut bayaran. Kami lebih condong pada yang pertama. Air mancur menari ini harus gratis," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Mukhyar, kemarin (9/1).

Untuk sekali pertunjukan, setidaknya DLH harus merogoh kocek antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta. Itu belum termasuk biaya perawatan. Seperti perbaikan kerusakan peralatan, pengurasan rutin air kolam, dan pembayaran gaji pengawas.

Dari APBD 2019, dialokasikan Rp200 juta untuk perawatan fasilitas di Jalan Anang Adenansi tersebut. Sekarang, DLH sedang menyeleksi petugas keamanan yang akan ditugaskan untuk menjaga air mancur menari itu.

Sempat muncul gagasan untuk membuat karcis. Pengunjung yang hendak menonton, diharuskan membayar sesuai tarif yang tertera.

Namun, hal itu bakal bertentangan dengan semangat pembangunan air mancur menari. Yakni menyediakan rekreasi murah-meriah bagi masyarakat.

"Air mancur menari kan mampu menampilkan water screen. Saya membayangkan, kawan-kawan pengusaha bisa mempromosikan produknya di situ. Jadi pas pertunjukan ada selingan iklan," imbuhnya.

Bagaimana rincian teknisnya, seperti tarif penampilan per menit dan iklan apa saja yang boleh ditampilkan, DLH masih membahasnya. Tapi Mukhyar yakin, kerjasama ini bakal menguntungkan kedua belah pihak.

Masalah ongkos ini pula yang rupanya membuat pertunjukan hanya bisa digelar sepekan sekali. Jadwalnya setiap Sabtu malam pada pukul 21.00 Wita. Dengan pertunjukan digelar dua kali, masing-masing selama setengah jam.

"Selain biaya, ada pertimbangan lain. Kalau diputar setiap hari, takutnya malah membosankan. Kalau cuma sepekan sekali, bisa menjaga rasa penasaran pengunjung. Merasa kurang puas, nanti mau datang lagi," jelasnya.

Mukhyar berharap, warga kota bisa ikut menjaga fasilitas ini. Lewat cara sederhana seperti tidak membuang sampah ke dalam kolam.

"Peralatannya mahal dan canggih. Sampah masuk ke dalam salurannya, bisa menyebabkan kerusakan," pungkasnya.

Air mancur menari diluncurkan pada akhir Desember lalu. Dibangun mulai Agustus, anggarannya mencapai Rp5,4 miliar.

Menurut vendornya, Carbek Nusantara, milik Banjarmasin masuk dalam daftar 10 air mancur terbaik di Indonesia. (fud/at/nur)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Banua Kebersihan dan Taman #Banua Taman