Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Di Hari Pertama, UNBK Kalsel Relatif Lancar

miminradar-Radar Banjarmasin • Selasa, 2 April 2019 - 16:09 WIB

BANJARMASIN - Segala kecemasan Elsa Adhitya Lestari sirna. Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dijalani siswi kelas XII IPA SMAN 11 Banjarmasin itu berjalan lancar. Kekhawatiran seperti kesulitan log in, internet lemot, atau listrik mendadak tidak terjadi.

Yang diujikan kemarin (1/4) adalah Bahasa Indonesia. Elsa bahkan berani menyebut naskah soal yang dihadapinya terbilang enteng.

"Soalnya gampang saja. Log in-nya mudah. Internetnya juga cepat. Alhamdulillah," ujarnya diiringi senyum merekah.

Elsa merasa berutang banyak pada simulasi-simulasi UN yang sudah digelar sekolah. Warga Sungai Andai itu menjadi terbiasa menghadapi ujian online.

"UN sebenarnya adalah besok (hari ini). Karena mengujikan Matematika. Saya memang rada-rada kesulitan di bidang mata pelajaran itu," akunya jujur.

SMAN 11 beralamat di Jalan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. Berada di permukiman pinggiran kota yang padat. Wakasek Bidang Kurikulum SMAN 11 Banjarmasin, Noor Baytie mengatakan, UNBK 2019 jauh lebih melegakan jika dibandingkan dengan UNBK 2018.

Dia mengambil contoh proses sinkronisasi antara jaringan komputer sekolah dengan server nasional.

"Dulu sangat lamban. Sekarang cepat dan lancar sekali," ujarnya.

Tahun sebelumnya, sekolah ini juga dirundung masalah dan musibah. Seperti kekurangan daya listrik hingga komputer digondol maling.

"Kami banyak belajar dari pengalaman yang sudah-sudah," imbuh Baytie.

Peserta UNBK di sini berjumlah 240 siswa. Sekolah menyediakan dua lokal dengan 80 unit komputer, plus tiga komputer cadangan. Ujian dibagi tiga sesi.

"Kalau melihat rasionya, memang serba pas-pasan," akunya.

Selama UNBK berlangsung, memang ada sedikit gangguan. Seperti log in yang agak susah. Tapi masih bisa ditangani oleh teknisi sekolah. "Bukan masalah besar," tegasnya.

Baytie juga melihat kondisi mental muridnya lebih siap. "Karena mesin anak-anak sudah panas. Selasa kemarin kan baru saja kelar USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional)," pungkasnya.

Mengutip data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, ada 4.431 peserta UNBK di Banjarmasin. Tersebar di 28 sekolah dengan sokongan 1.858 komputer dan 62 server. Ke-28 sekolah ini sudah dinilai sanggup menyelenggarakan UNBK secara mandiri.

Di SMA Negeri 1 Marabahan pelaksanaan UNBK juga berjalan lancar. Ratusan murid mengikuti ujian melalui tiga sesi yang berbeda. Dengan jumlah komputer yang mencapai 80 unit, sebanyak 209 pelajar mengikuti UNBK yang dibagi sebanyak tiga sesi.

Pelaksana tugas Kepala Sekolah SMAN 1 Marabahan, Arjudin mengatakan tidak ada kendala yang dihadapi pelajar maupun panitia pelaksana. "Siswa yang mengikuti UNBK sudah terbiasa dengan sistem ujian seperti ini. Ujian sekolah dan ujian akhir siswa di SMA kami menggunakan komputer dan aplikasi yang hampir serupa," ungkapnya.

Di Banjarbaru, UNBK juga berjalan lancar. Pantauan wartawan di SMAN 2 Banjarbaru, kekhawatiran server down ataupun gangguan listrik tak terbukti.

"Sejauh ini tidak ada kendala. Baik teknis maupun non teknis. Kita juga selalu koordinasi dengan pihak PLN serta Telkom," ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Banjarbaru, Eksan Wasesa kepada wartawan.

Meskipun belum ada terjadi kendala atau gangguan, Eksan menyebut pihaknya terus memantau dan siaga. "Kita siapkan khusus tim IT sebanyak tiga orang yang siaga," ucapnya.

Radar Banjarmasin juga melihat pelaksanaan UNBK di Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang berlangsung tanpa kendala. Tidak ada pemadaman arus listrik. "Alhamdulillah lancar tanpa ada kendala," ucap Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pelaihari Rizkon dengan bangga. Demikian juga UNBK di SMAN 1 Binuang, tak jauh beda dengan Tanah Laut.

"Alhamdulillah tidak ada masalah pada hari pertama ini," ucap Kepala Sekolah SMAN 1 Binuang Nurdiansyah, Senin (1/4).

Dikatakan Nurdiansyah, seandainya ada masalah seperti lampu padam, pihaknya sudah mengantisipasinya dengan menghadirkan petugas PLN yang sudah standby di Lokasi. "Siswa lebih fokus dalam menjawab soal," ucapnya.

Di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dari dua lokasi sekolah yang dipantau Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Desa Jingah Bujur dan SMA Negeri Amuntai di Kecamatan Amuntai Tengah, permasalah server down yang dicemaskan tidak terjadi.

“Alhamdulillah ada 69 siswa kami ikut UNBK yang terbagi 3 sesi ujian dengan mata ujian Bahasa Indonesia, berlangsung aman dan lancar,” sebut Guru Teknologi dan Informatika (TIK) MAN 5 Amuntai M Yusuf pada Radar Banjarmasin kemarin.

Di Kabupaten Hulu SUngai Selatan (HSS), hari pertama pelaksanaan UNBK berjalan cukup lancar. Tidak ada hambatan yang sangat berarti. Meski demikian, pihak sekolah di SMAN 1 Kandangan, Senin (1/4) untuk sesi pertama terpaksa menggunakan jenset yang dimiliki sekolah.


Kepala Sekolah (kepsek) SMAN 1 Kandangan Herniyati Handayani mengatakan NBK sesi pertama dengan mata pelajaran bahasa Indonesia terpaksa menggunakan jenset, karena pihak PLN belum selesai memperbaiki aliran listrik yang sempat terkena pohon roboh.

“Alhamdulillah di sesi kedua setelah dilakukan perbaikan PLN jaringan listrik sudah normal dan tidak menggunakan jenset lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (1/4).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten HSS, Akhmad Supian mengatakan bahwa di Kabupaten HSS ada sembilan sekolah melaksanakan UNBK. “Delapan sekolah dilaksanakan secara mandiri dan satu sekolah gabung dengan sekolah lain,” ujarnya saat dikonfirmasi.


Pelaksaan UNBK di Kotabaru juga secara umum berjalan dengan baik. Walau SMAN Pulau Sembilan harus meminjam ruang SMP. Karena sinyal internet hanya ada sekitar SMP yang berdekatan dengan pesisir.

"Di Pulau Sembilan ini sinyal hanya ada dekat dermaga. Sekolah kami agak ke belakang. Kalau SMP dekat sama laut," kata Kepala SMAN 1 Pulau Sembilan, Pallawagau.

Pun begitu, kondisi internet tahun ini dia nilai sudah sangat membantu. Tahun lalu, mereka terpaksa menempuh laut delapan jam untuk numpang ujian di pusat kota Kabupaten Kotabaru.

"Kami memang ada menyurati Telkomsel di Batulicin. Mereka kemudian membantu, dengan menanyakan titik koordinat kami," kata Pallawagau.

Di sekolahnya ada 41 anak yang ujian. Sekolah menyediakan 25 unit komputer dan satu server. "Tapi SMP ada juga punya satu server cadangan. Jadi aman lah. Mudahan," harapnya.

Di kawasan pedalaman, tepatnya di Kecamatan Sungai Durian juga dilaporkan lancar. "Alhamdulillah lancar. Internet tidak ada kendala," kata Guru SMAN 1 Sungai Durian, Edy.

Sebelumnya, saat UNBK SMKN Sungai Durian, jaringan internet sempat lemot. Ujian bahasa Inggris, di soal audio, jaringan tidak mampu mengunduh maksimal soal jika semua komputer hidup. Sekolah saat itu terpaksa hanya menghidupkan beberapa unit komputer, dan anak-anak digilir.

Yang menjadi masalah hanya di daerah tetangga, Tanah Bumbu. Pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Simpang Empat, terpaksa terhenti. Penyebabnya listrik mati. Kepala SMAN 1 Simpang Empat Muhammad Condro Kasinato mengatakan listrik mati sejak pukul 14.30 Wita dan sampai pukul 14.47 Wita, listrik belum menyala.

"Menurut keterangan petugas PLN, ada kabel putus di daerah perkebunan kelapa sawit milik PT KAM di Desa Kusambi putus sehingga menyebabkan pemadaman listrik," ujar Condro, siang ini.

Waktu pemadaman listrik, peserta UNBK sudah masuk sesi 3 atau terakhir."Pihak PLN belum memastikan kapan listrik bisa hidup kembali," katanya.

Sambil menunggu listrik hidup kembali, sebagian peserta UNBK ada yang tetap bertahan di ruangan dan ada juga yang keluar.

"Pelaksanaan UNBK akan kembali kami lanjutkan setelah listrik hidup lagi," jelasnya. UNBK di SMAN 1 Simpang Empat diikuti 351 peserta. Pihak panitia menyiapkan 117 komputer, termasuk cadangan. Pelaksanaan UNBK dibagi menjadi 3 sesi. (fud/bar/rvn/ard/dly/mar/shnn/kry/zal/ay/ran/ema)

 

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#unbk