Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Golongan Merugi

miminradar-Radar Banjarmasin • Jumat, 12 Maret 2021 - 21:33 WIB
Photo
Photo

SAYA sudah divaksin. Bukan pengalaman yang istimewa. Tapi tak ada salahnya untuk diceritakan di sini.

==================
Oleh: Syarafuddin
Editor Halaman Metropolis Radar Banjarmasin
==================

Rabu (10/3) tadi di gedung wartawan di Benua Anyar, 370 jurnalis menerima suntikan dosis pertama. Alhamdulillah, kebagian kartu antrean nomor 007. Nomor James Bond.

Hari ini (12/3), menyusul sisanya. Dari 550 pekerja media yang diusulkan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kalsel untuk divaksin.

Pertama, harus diluruskan, bukan jarum suntik yang mesti pembaca khawatirkan. Melainkan efek sampingnya.

Tergantung badan masing-masing. Saya sendiri merasa letih. Kantuk yang sangat, tapi tidurnya tak nyenyak. Saat menulis ini pun masih terasa pegal-pegal.

Seperti sehabis naik taksi jurusan Hulu Sungai. Naik Colt L300 dan menderita mabuk perjalanan darat.

Memang salah sendiri. Diminta istirahat cukup sebelum divaksin, malah nekat begadang untuk menonton Liga Champions.

Lalu sarapan dengan dua gelas kopi hitam. Alhasil, pas screening, petugas kesehatan menyebut tekanan darah saya rendah. Sedikit di bawah normal.

Dia bertanya kenapa. Saya jawab, Juventus dikalahkan 10 pemain Porto lewat babak tambahan yang seru.

Jadi, bila pembaca sudah mendapat jadwal vaksin, saran saya, hindari stres dan tidur cukup. Persiapkan diri.

Kedua, jauhkan pikiran konyol untuk uji nyali. Maksudnya? Sehabis divaksin, kepercayaan diri saya melesat. Merasa gagah.

Terniat mengunjungi kawan yang sedang isolasi mandiri. Ia positif sejak sepekan lalu. Ingin ngopi dan bertukar lelucon bersamanya tanpa mengenakan masker.

Ternyata, saya tak seorang diri. Perasaan kebal itu cukup umum bagi yang sudah divaksin.

Anggapannya, kalau sudah divaksin, dijamin tak lagi tertular. Oh, salah kaprah yang fatal.

Faktanya, efektivitas vaksin Sinovac cuma 65 persen. Artinya, dari seratus orang yang divaksin, cuma 60 sampai 70 orang yang memperoleh kekebalan dari virus.

Maka, sembari menunggu suntikan dosis kedua, saya berdoa agar tak termasuk dalam golongan 30 orang yang merugi tersebut.

Tak apa-apa. Karena rumus herd immunity juga menuntut kekebalan 70 persen populasi. Saya pasti gila kalau menuntut angka 90 persen.

Waham itu kian menjadi berbahaya ketika dianut secara berjemaah. Berkat penemuan vaksin, banyak yang meyakini, kekalahan pandemi hanya perkara waktu.

Terbuai vaksin, kita lengah. Pemakaian masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan boleh ditenggang.

Dampaknya, grafik kasus positif COVID-19 stabil menanjak. Sebagai gambaran, antara tanggal 1 sampai 11 Maret, di Banjarmasin saja terjadi penambahan 564 kasus baru.

Rata-rata sehari ada 40 sampai 50 kasus (kemarin tembus 102 kasus). Kalau begini terus, program vaksinasi bakal kalah cepat dengan laju penularan.

Sayangnya, dalam perlombaan manusia versus alam, siapa yang menang dan kalah mudah ditebak. (*)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#opini