Kawasan Pasar Sudimampir di Kecamatan Banjarmasin Tengah dibuat riuh (16/5) siang. Sebuah toko emas dibobol pencuri. Nama toko itu Toko Emas Ratna. Posisi toko bersisian dengan gerbang besar Pasar Sudimampir. Hanya berjarak beberapa meter dari ruas jalan di kawasan Kelurahan Kertak Baru Ulu itu.
Dari informasi yang dihimpun, emas yang ada di toko itu diketahui raib. Ada yang bilang tidak hanya emas di etalase. Namun, juga ada yang raib di dalam brankas. Benarkah hal itu? Hanya pemilik toko sendiri yang tahu. Demikian pula total kerugiannya. Hingga berita ini diturunkan, pemilik toko belum bisa dimintai keterangan.
Bahkan seusai membuat laporan di Polresta Banjarmasin, pemilik toko mengarahkan agar upaya konfirmasi langsung ke penyidik saja. Namun seperti halnya pemilik toko, pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi.
Di TKP, toko yang dibobol maling tampak dipasangi garis polisi. Sebelumnya, polisi dari toko tampak membawa sejumlah benda yang sudah dibungkus plastik transparan berlogo Polri. Besar dugaan, itu adalah barang bukti yang diamankan dari TKP. Masih dari informasi yang dihimpun, barang bukti dibawa berupa sejumlah mata gerinda beserta palu.
Lantas, kapan peristiwa pembobolan toko emas itu terjadi? Belum ada yang mengetahui. Menurut keterangan pedagang di sekitar, baru tahu Selasa (16/5). “Saat itu, sekitar pukul 09.00 Wita. Kondisinya masih sepi. Cuma ada pemilik toko yang terlihat termenung di depan tokonya. Wajahnya tampak sedih,” kata Rusmila, seorang pedagang. Sekitar satu jam kemudian, polisi datang ke lokasi. Dari situ, Rusmila mendapat kabar bahwa toko emas telah dibobol pencuri. “Saya dengar yang raib itu emas. Mungkin ada uang juga. Tapi tidak tahu berapa banyak,” ujarnya.
Melihat dari TKP, tak tampak adanya kerusakan di pintu toko yang terpasang rolling door itu. Entah dari mana, si pencuri bisa masuk. Lagi-lagi belum ada yang tahu. Bila mendengar penuturan Rusmila, aksi pencurian alias pembobolan toko di kawasan tersebut sebenarnya tak hanya terjadi sekali. Tapi sudah cukup sering.
Rusmila menceritakan informasi yang didengarnya, pelaku diduga membobol toko dengan cara masuk dari bagian atas atau plafon toko. “Dulu, toko seprai di sebelah juga kebobolan. Pelakunya masuk dari atas plafon,” bandingnya. Disinggung identitas pemilik toko emas itu, Rusmila mengaku tidak mengetahuinya. Ia hanya bilang pemiliknya adalah orang Tionghoa.
Perihal toko emas yang dibobol pencuri itu juga dituturkan oleh pedagang lainnya yang berada tak jauh dari TKP, Eka. “Saya dengar, habis semua (emas di toko, red). Termasuk yang ada yang di dalam brankas. Tapi saya tidak melihat brankasnya seperti apa,” ucapnya. Aksi pembobolan toko emas itu sontak membuat lebih waspada pemilik toko emas di kawasan sekitar. Contohnya, Haji Sugi.
“Biasanya ketika toko tutup, saya tidak membawa pulang emas-emas yang dijual. Tapi setelah kejadian ini dibawa saja untuk antisipasi,” pungkasnya.(war/lan/az/dye)
Editor : izak-Indra Zakaria