Aksi boikot produk asal Israel atau produk pro Israel meluas di banyak negara, tak terkecuali di Indonesia.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al-Kaff meminta pengurusnya untuk menyebarluaskan seruan boikot kepada umat muslim di Kota Seribu Sungai. "Kami terus sosialisasi kepada kaum muslimin di Banjarmasin. Fatwa MUI pusat telah jelas melarang umat Islam membeli produk-produk dari Israel," ujar Habib Ali, Senin (13/11).
Menurutnya, sudah sewajarnya umat mengikuti fatwa para ulama. "Hukumnya menjadi wajib bagi umat untuk mengikuti sepanjang tidak bertentangan dengan syariat," jelasnya. "Karena ini demi kemaslahatan umat (di Palestina), kita tinggal menjalankan saja," tambahnya.
Baru-baru ini, Habib Ali menyampaikan seruan boikot dalam acara Lailatul Ijtima PC Nahdlatul Ulama di Banjarmasin Barat, Ahad (12/11) malam.
"Seruan ini terus kami gemakan," kata mantan anggota DPRD Kalsel ini.
Habib Ali mengakui, banyak jemaah yang bertanya-tanya kepadanya. Apakah fatwa MUI tidak menimbang dampak kebangkrutan usaha dan penambahan pengangguran.
Dia menjawab, masih ada produk lain yang bisa dijual. Dia mencontohkan Starbucks. Dulu di Banjarmasin tidak ada. Sekarang kafenya tersebar di mana-mana. Bahkan Habib Ali yakin kedai-kedai kopi lokal akan lebih eksis. Sebab ketika bisnis waralaba luar negeri masuk, justru usaha lokal kewalahan bersaing.
"Walaupun restoran cepat saji tidak buka di Banjarmasin, saya kira masyarakat kita tidak akan kelaparan," ujarnya. Soal kekhawatiran bakal ada PHK besar-besaran akibat aksi boikot ini, Habib Ali meyakini, Allah akan memberikan ganti pekerjaan yang lebih baik.
"Pasti ada solusi! Allah tidak tidur dan pasti akan memberikan rezeki kepada mereka," tutup Habib Ali.(*)