Disinggung mengapa harus viral dulu baru mendapat perhatian, Ibnu menepisnya. Ia menegaskan, sebelum viral pun pemko sudah membenahinya. "Lapangan ini pernah diuruk, tapi terkikis pasang surut air sungai," jelasnya.
"Sekolah ini kan berada di dekat sungai. Coba lihat tuh sungainya," tambahnya. Halaman sekolah akan dibangun dengan konstruksi panggung agar tidak tergenang lagi. Dalam peninjauan itu, Ibnu sempat bertanya kepada kepsek, apakah siswa-siswi memang disuruh becek-becekan di lumpur saat upacara bendera.
Kepsek Irnawati dengan tegas menjawab. "Tidak, Pak. Kami memang biasa upacara di situ. Karena tiang benderanya berada di tengah-tengah lapangan," ujarnya.
"Pelajaran olahraganya juga di situ. Saya minta maaf bila kemudian itu jadi viral," tambah Irnawati.Pantauan Radar Banjarmasin, lapangan yang becek ditimbun dengan pasir dan kerikil. Di atasnya wali kota, wakil wali kota, dan kepala dinas terkait berfoto bersama.
"Ini penanganan sementara, sebelum halaman diperbaiki secara menyeluruh," ucap Plt Disdik Banjarmasin, Ahmad Baihaqi. (*)