Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jembatan Putus Diterjang Banjir di Tanah Laut, Seorang Lansia Tewas Terperosok Saat Subuh

Redaksi Prokal • 2025-12-27 15:09:52
ilustrasi mayat
ilustrasi mayat

TANAH LAUT – Duka mendalam menyelimuti Desa Martadah Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Seorang kakek bernama Sudarto (73) dilaporkan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam sungai akibat jembatan penghubung antar-dusun yang dilaluinya putus diterjang banjir, Sabtu (27/12/2025).

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari memicu luapan debit sungai yang menggerus fondasi jembatan hingga amblas total.

Insiden tragis ini terjadi saat kondisi di sekitar lokasi masih gelap. Korban yang hendak melintas diduga tidak menyadari bahwa akses penghubung antara Dusun II dan Dusun III tersebut sudah tidak ada lagi.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menjelaskan bahwa korban langsung terjatuh ke bawah jembatan yang amblas ke arah aliran air yang dalam dan deras.

“Korban melintasi jembatan itu saat subuh dan tidak tahu kalau aksesnya sudah terputus karena suasana masih gelap. Akibatnya, korban terjatuh ke bawah jembatan yang amblas dengan kondisi air dalam,” ujar Aspi saat dikonfirmasi, Sabtu sore.

Pihak BPBD menerima laporan warga sekitar pukul 07.30 WITA. Tak lama berselang, jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh warga setempat untuk segera disemayamkan di rumah duka.

Kepala Desa Martadah Baru, Slamet Prayitno, mengonfirmasi bahwa infrastruktur tersebut merupakan urat nadi ekonomi dan mobilitas warga. Selain menghubungkan antar-dusun, jembatan ini merupakan akses utama bagi anak-anak untuk berangkat menuju sekolah.

Putusnya jembatan ini membuat aktivitas warga lumpuh total di jalur tersebut. Slamet pun mengeluarkan imbauan keras agar warga tidak mendekati atau memaksakan diri melintasi area reruntuhan demi keselamatan jiwa.

Mengingat pentingnya fungsi jembatan tersebut, pemerintah desa berharap ada langkah darurat dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. “Kami sangat berharap kepada Bapak Bupati Tanah Laut agar jembatan ini bisa segera diperbaiki. Ini akses vital, mohon bantuan pemerintah daerah,” harap Slamet Prayitno.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Tanah Laut masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan infrastruktur lainnya di wilayah tersebut guna mengantisipasi adanya banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (*)

Editor : Indra Zakaria