Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tragedi Penembakan di Perkebunan Kotim: 4 Warga Desa Kenyala Terluka, Satu Kritis

Redaksi Prokal • 2025-12-23 10:23:34
ilustrasi penembakan
ilustrasi penembakan

SAMPIT – Ketegangan pecah di kawasan perkebunan kelapa sawit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Senin (22/12/2025) sore. Empat warga Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, dilaporkan menjadi korban penembakan oleh aparat pengamanan perusahaan setelah diduga terlibat dalam aksi pencurian buah kelapa sawit.

Insiden berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di jalan akses perusahaan PT MAS Estate Bakung Mas (Grup Wilmar). Keempat warga yang tengah melintas tak berkutik saat timah panas menembus tubuh mereka.

Akibat kejadian tersebut, empat warga kini harus menjalani perawatan medis. Korban paling parah diidentifikasi bernama Feri, yang mengalami luka tembak di bagian samping kanan dada dekat ketiak. Saat ini, Feri tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit.

Tiga korban lainnya juga mengalami luka-luka, yakni AM luka tembak di bagian lengan. Jo luka tembak di bagian kaki dan IS luka tembak di bagian tangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat warga tersebut diduga baru saja mengambil buah kelapa sawit milik perusahaan. Saat dalam perjalanan pulang menuju Desa Kenyala dan melintas di jalan perusahaan, mereka berpapasan dengan mobil patroli aparat pengamanan.

Situasi dilaporkan berkembang cepat saat aparat mencoba melakukan penindakan. Namun, belum diketahui pasti pemicu utama hingga aparat memutuskan menggunakan senjata api yang mengakibatkan warga sipil terluka.

“Informasinya mereka sebelumnya mencuri buah milik perusahaan. Saat sudah di jalan PT MAS Estate Bakung Mas dan bertemu mobil patroli, di situlah terjadi penembakan,” ungkap seorang warga yang enggan identitasnya dipublikasikan.

Camat Telawang, Dedy Jauhari, membenarkan adanya insiden penembakan di wilayah kerjanya. Pihak kecamatan segera merespons dengan menerjunkan tim untuk menggali kronologi secara objektif di area KKP Wilmar.

“Memang benar informasinya terjadi di area KKP Wilmar. Tim sudah turun ke lapangan untuk mengetahui kejadian sebenarnya,” ujar Dedy singkat saat dikonfirmasi.

Peristiwa ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Kotim, terutama terkait prosedur penggunaan senjata api oleh aparat pengamanan perusahaan dalam menangani dugaan tindak pidana pencurian di area perkebunan. (*)

Editor : Indra Zakaria