Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

"Langit Pegatan Mendadak Berwarna-warni, Fenomena Awan Iridesen Hebohkan Warga Kotim"

Redaksi Prokal • 2025-12-23 10:34:34
Tangkapan layar fenomena langit berwarna indah di atas langit Pegatan, Kabupaten Katingan, Senin (22/13/2025). (Video rekaman Riski)
Tangkapan layar fenomena langit berwarna indah di atas langit Pegatan, Kabupaten Katingan, Senin (22/13/2025). (Video rekaman Riski)

 

SAMPIT – Warga Pegatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikejutkan oleh pemandangan langit yang luar biasa pada Senin (22/12/2025). Fenomena langit berwarna-warni menyerupai pelangi muncul secara tiba-tiba, menciptakan gradasi cahaya spektakuler yang langsung menjadi buah bibir dan viral di berbagai platform media sosial.

Dalam potongan video yang beredar luas, tampak lapisan awan tipis berkilauan dengan warna-warna cerah seperti merah, kuning, hijau, dan ungu. Momen langka ini membuat banyak warga menghentikan aktivitas sejenak demi mengabadikan keajaiban visual di atas kepala mereka.

Riski, salah seorang warga yang merekam kejadian tersebut, menuturkan bahwa fenomena ini muncul tepat saat azan Zuhur berkumandang. Video unggahannya pun langsung dibanjiri komentar warganet. Banyak yang merasa takjub, namun tak sedikit pula yang merasa was-was dan mengaitkannya dengan pertanda alam tertentu.

"Terjadi di akhir tahun 2025. Ya Allah, jauhkan kami semua dari marabahaya, aamiin," ucap Riski dalam narasinya di video tersebut, mencerminkan kekhawatiran sebagian masyarakat akan fenomena tak biasa di pengujung tahun.

Meskipun sempat memicu spekulasi mistis, secara ilmiah fenomena ini dikenal sebagai Awan Iridesen (Iridescent Clouds). Melansir data dari National Geographic, peristiwa ini murni merupakan fenomena optik atmosfer yang langka namun alami.

Awan iridesen terbentuk ketika cahaya matahari mengalami difraksi atau pembiasan saat melewati tetesan air atau kristal es kecil yang seragam di dalam awan tipis. Proses inilah yang memecah cahaya matahari menjadi spektrum warna warni seperti pelangi.

Pakar meteorologi menegaskan bahwa kemunculan awan indah ini tidak memiliki kaitan dengan potensi cuaca ekstrem maupun peringatan bencana alam. Fenomena ini sepenuhnya merupakan efek optik dari interaksi cahaya matahari dengan partikel di atmosfer yang memerlukan kondisi cuaca tertentu agar bisa terlihat jelas oleh mata manusia.

Kehadiran "langit pelangi" di Pegatan ini pun akhirnya menjadi pengingat bagi warga akan keindahan alam yang tak terduga, sekaligus menepis isu-isu negatif yang sempat berhembus menjelang pergantian tahun 2026. (*)

Editor : Indra Zakaria