Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sampit Siaga Satu: Dua Insiden Karhutla dalam Sehari Jadi Alarm Keras Musim Kemarau

Redaksi Prokal • Jumat, 27 Maret 2026 - 17:45 WIB

Kebakaran lahan hingga Rabu malam (25/3 /2026) di wilayah Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, belum dapat diatasi secara keseluruhan. (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan hingga Rabu malam (25/3 /2026) di wilayah Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, belum dapat diatasi secara keseluruhan. (BPBD Kotim)

SAMPIT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam pada Rabu (25/3), dua titik api muncul secara beruntun di wilayah Sampit, memberikan sinyal kuat bahwa fase rawan musim kering telah tiba. Berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir telah mengubah lahan gambut menjadi area yang sangat rentan tersulut api dan sulit dikendalikan.

Insiden pertama dilaporkan terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Tengah. Berkat respons cepat tujuh personel BPBD Kotim menggunakan mobil tangki air, api yang melahap sekitar 1,08 hektare semak belukar di atas lahan gambut tersebut berhasil diredam sebelum meluas ke area sekitarnya. Namun, keberhasilan di titik pertama segera disusul oleh laporan kebakaran kedua yang jauh lebih menantang di Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Titik api kedua ini menghadirkan kesulitan teknis bagi petugas di lapangan karena lokasinya yang terpencil, yakni sekitar 4 kilometer dari jalan utama HM Arsyad dengan akses medan yang sangat terbatas. Hingga Rabu malam, upaya pemadaman masih terus berlangsung di tengah kegelapan. Karakteristik lahan gambut yang mampu menyimpan bara di bawah permukaan tanah menjadi risiko tambahan bagi para petugas, di mana api sering kali tampak padam di permukaan namun tetap membara di kedalaman.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menegaskan bahwa kemunculan dua titik api dalam satu hari ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan peringatan dini bagi seluruh pihak. Kecepatan angin dan kondisi vegetasi yang mulai mengering membuat keterlambatan penanganan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, BPBD kini memperketat pemantauan di titik-titik rawan guna mencegah kebakaran skala besar yang dapat memicu bencana kabut asap.

Menanggapi situasi yang kian kritis, BPBD Kotim mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar menghentikan segala aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kesadaran kolektif diperlukan untuk menjaga stabilitas lingkungan di tengah fase transisi cuaca ini. Jika praktik pembakaran lahan tetap dilakukan, risiko terjadinya kebakaran hebat yang sulit dikendalikan akan menghantui wilayah Kotawaringin Timur sepanjang musim kemarau tahun ini.(*)

Editor : Indra Zakaria