BALIKPAPAN - Rombongan Pemkot Balikpapan yang dipimpin Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud menyerahkan donasi untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (18/1).
Bantuan itu berasal dari Pemkot Balikpapan sebesar Rp 1 miliar dan Rp 773 juta dari warga Balikpapan. Bantuan diserahkan Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Palu, Asri.
Wawali Rahmad Mas’ud mengatakan, kedatangan rombongan Pemkot Balikpapan ke Palu untuk menyerahkan bantuan secara langsung. Sebab, bantuan ini merupakan amanah yang harus disampaikan kepada korban gempa dan tsunami di Palu.
“Kami berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban warga Palu. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa difokuskan untuk pembangunan sarana pendidikan, seperti perbaikan sekolah yang rusak akibat bencana dan fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas. Agar bisa pulih kembali dan normal, seperti aktivitas sehari-hari,” harap Rahmad Mas’ud.
Menurutnya, pemulihan Kota Palu membutuhkan perhatian dari banyak pihak. Oleh karena itu, dirinya mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan warga Balikpapan untuk memberikan rasa kepeduliannya melalui penggalangan dana.
“Musibah dan bencana di Palu ini memang harus butuh kerja-kerja keroyokan untuk membantu saudara-saudara kita di sana. Sedikit harta atau barang kita, bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musibah di Palu,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Palu Asri SH menitipkan salam dan hormat untuk wali kota dan warga Balikpapan yang sudah membantu meringankan beban warga Palu yang tertimpa musibah.
“Terima kasih bantuan yang sudah diberikan kepada kami, mudah-mudahan bantuan tersebut dapat meringankan beban warga Palu dan secepatnya akan kami koordinasikan dengan instansi terkait untuk segera disalurkan,” ucap Asri
Lanjut Asri, jumlah korban tewas di Palu yang tercatat sekira 1.703 orang diperkirakan akan bertambah. Sebab, masih banyak warga yang hilang, salah satunya di Kampung Petobo yang terkena likuefaksi. “Masih ada sebanyak 1.309 orang hilang sampai saat ini,” aku Asri.
Saat ini, Pemkot Palu masih berkoordinasi dengan gubernur Sulteng untuk membicarakan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para korban bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi.
Huntap yang dimaksud akan dibangun di atas lahan bekas hak guna usaha (HGU) atau hak guna bangunan (HGB) seluas kurang lebih 1.600 hektare di Kelurahan Talise dan Tondo, Kecamatan Mantikulore. “Karena, salah satu solusi untuk menangani permasalahan pascagempa adalah huntap,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Palu juga fokus terhadap kesejahteraan masyarakat pascabencana, yakni pengembangan pembangunan. Baik itu yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi masyarakat maupun pengembangan infrastruktur.
“Perlahan akan kami bangun kembali kota ini, terutama fasilitas-fasilitas yang memang dibutuhkan oleh warga Palu,” akunya.
Setelah menyerahkan bantuan, Wawali Rahmad dan rombongan melihat dari dekat wilayah yang dihantam gempa dan tsunami. Di antaranya, Kampung Petobo yang mengalami likuefaksi (amblas), jalan yang terbelah, dan Jembatan Kuning yang menghubungkan Kota Palu dan Donggala. (dan/vie/k1)
Editor : amir-Amir KP