Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser mencatat sebanyak 13 kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Desember 2023 akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. "Angka DBD di Kabupaten Paser pada bulan ini tercatat 13 kasus," kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Paser Ainun Jariyah, kepada Paser Pos, Rabu (20/12).
Ainun menjelaskan, kasus DBD biasanya akan mengalami peningkatan yang signifikan di bulan musim penghujan. "Karena telah memasuki musim penghujan kemungkinan kasus DBD di Paser terus bertambah hingga Maret 2024," tuturnya.
Untuk menekan angka DBD, kata Ainun, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengajak masyarakat agar melakukan gerakan hidup bersih dan melaksanakan gerakan 3 M plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas dan plus hindari gigitan nyamuk, tidur menggunakan kelambu serta menyalahkan obat nyamuk.
"Saya berharap Gerakan 3 M Plus bisa dilakukan sosialisasi hingga ke desa-desa, seperti yang dilakukan di Kecamatan Tanah Grogot dengan membersihkan parit hingga ke lingkungan RT," jelasnya.
Ia mengaskan, saat ini pihak puskesmas telah melaksanakan pembagian abate sebagai upaya mencegah peningkatan kasus DBD.
"Pada bulan November sudah 2 kasus DBD menyebabkan kematian pada anak dan kemarin sudah dilakukan fogging sekaligus pembagian abate di semua berkoordinasi dengan pihak puskesmas setempat," kata Ainun.
Ia berharap, setelah abate dibagikan kasus DBD mengalami penurunan dan untuk fogging bisa dilakukan setelah terjadi peningkatan kasus di satu wilayah.
"Jadi fogging dilaksanakan setelah ada peningkatan kasus yang tinggi seperti di Kecamatan Muara Komam," ujarnya. Ia menambahkan, total kasus DBD di Paser sejak Januari hingga pertengahan Desember 2023 mencapai 254 kasus dengan 5 orang meninggal dunia.(ar/vie)
Editor : izak-Indra Zakaria