Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Samarinda Gencarkan Tracing Sebaran Covid-19

izak-Indra Zakaria • Senin, 20 Juli 2020 - 17:00 WIB
Rapid test yang dilaksanakan di Samarinda.
Rapid test yang dilaksanakan di Samarinda.

SAMARINDA-Memasuki fase kedua pandemi corona, Pemkot Samarinda terus melakukan tracing untuk memutus rantai penularan. Warga juga diminta tetap memerhatikan protokol kesehatan Covid-19, sehingga kasus tidak melonjak lebih tinggi.

Kota Tepian sebenarnya sudah pernah melewati fase puncak Covid-19 awal Mei lalu. Kini Samarinda memasuki fase pandemi selanjutnya. Sama seperti ketika berada fase puncak awal Mei, menerapkan protokol kesehatan Covid-19 menjadi kunci.

“Deteksi dini di Samarinda melibatkan tim surveilans masyarakat yang dipimpin masing-masing camat se-Samarinda. Diprediksi, penambahan kasus konfirmasi positif akan terus meningkat karena strategi gugus tugas mencari sebanyak-banyaknya kasus konfirmasi positif baru dalam waktu secepat-cepatnya,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda Ismid Kusasih.

Update data Sabtu (18/7), Samarinda mendapat tambahan sembilan kasus positif dan satu orang meninggal. Sehingga, jumlah kasus terkonfirmasi positif di ibu kota provinsi itu mencapai 160 orang dan 64 orang sembuh. Juga enam orang meninggal dan saat ini Samarinda ada 90 orang yang dirawat.

Sementara itu, Plt Kepala Diskes Kaltim Andi M Ishak memaparkan, penambahan kasus positif banyak yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Jadi, warga harus bisa menerapkan protokol Covid-19 dengan sangat ketat, sehingga bisa memutus rantai penularan dan melindungi mereka yang berisiko.

Khususnya mereka yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta, seperti kasus positif yang meninggal kemarin. “Almarhumah merupakan PDP (pasien dalam pengawasan) yang dirawat di RSUD IA Moeis Samarinda sejak 6 Juli dengan keluhan demam,” ucapnya.

Pada 9 Juli, lanjut dia, kondisi pasien mengalami penurunan dan terdapat gambaran pneumonia pada foto thoraks serta mempunyai komorbid gagal ginjal kronik. Pada 15 Juli terkonfirmasi positif Covid-19. Selanjutnya pada 18 Juli pukul 14.00 Wita, pasien meninggal dunia dan dilakukan pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono pada diskusi yang dihelat Kaltim Post awal Mei lalu mengatakan, akibat Covid-19, kondisi perekonomian saat ini memang cukup berat.

Sektor perdagangan ritel, akomodasi, transportasi, dan pariwisata mengalami penurunan akibat pembatasan sosial. Selain itu, kredit konsumtif non-PNS turut terdampak terutama bagi pekerja restoran, mal, dan hotel.

Untuk alasan ekonomi, memang tidak bisa selamanya melakukan social distancing dan physical distancing. Pasalnya, sendi ekonomi harus terus bergerak dan manusia tetap dinamis. Tetapi, bukan berarti mengabaikan kesehatan. Jadi, jalan tengah kenormalan baru pun dipilih.

Seperti Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda yang menyadari bahwa tempatnya adalah kawasan rawan. Sebab tempat datang dan perginya masyarakat dari dalam maupun luar Kota Tepian.

“Protokol kesehatan sudah kami terapkan. Mulai mengukur suhu, menjaga jarak, wajib masker, penyediaan hand sanitizer, dan sterilisasi,” ungkap Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma Cahyadi.

Bandara itu menyediakan layanan rapid test di tempat. Saat ini tengah mempersiapkan pembangunan laboratorium Covid-19 yang diperkirakan bisa beroperasi Agustus. Keberadaan laboratorium itu diharapkan bisa memudahkan calon penumpang yang hendak bepergian.

Apalagi kapasitas laboratorium diperkirakan mencapai ribuan spesimen tiap hari. Pembangunan fasilitas itu menggandeng perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), Hemera International Pte Ltd, LG International Corp, dan Eone Laboratories. (nyc/rom/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#corona #samarinda