Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ditelepon Tak Diangkat, Ternyata Sopir Travel Ditemukan Tak Bernyawa di Mobil

Redaksi Sapos • Minggu, 26 Mei 2024 - 20:15 WIB
TAK PULANG. Personel Reskrim Polsek Sungai Kunjang melakukan identifikasi pada jasad sopir travel asal Bontang, yang ditemukan meninggal dunia di mobilnya.OKE/SAPOS
TAK PULANG. Personel Reskrim Polsek Sungai Kunjang melakukan identifikasi pada jasad sopir travel asal Bontang, yang ditemukan meninggal dunia di mobilnya.OKE/SAPOS

Prokal.co - Beberapa warga Bontang, yang sedang mencari keberadaan anggota keluarga mereka terkejut ketika mendapati MNY (30), yang mereka cari ditemukan dalam keadaan tewas di mobil yang terparkir di pinggir Jalan Banggeris, RT 06, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kamis malam (23/5) lalu.

Kontan keluarga yang sudah jauh-jauh mencari itupun syok mendapati Nasril, sudah tidak bernyawa tergeletak dengan posisi tengkurap di lantai bangku tengah mobil Toyota Kijang Innova Reborn warna hitam dengan nopol KT 1*** RY.

Keluarga yang panik itupun kemudian mencari pertolongan dengan meminta bantuan ketua RT setempat dan beberapa warga sekitar, yang kemudian melaporkan adanya peristiwa tersebut ke Polsek Sungai Kunjang.

MNY diketahui seorang sopir travel. Dia diketahui tidak kunjung pulang ke rumahnya di Jalan Veteran, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang hingga sore. Keluarganya yang gelisah pun berusaha menghubungi nomor telepon Nasril, namun sayang tidak kunjung diangkat. Hal serupa pun dilakukan teman kerja Nasril sesama sopir travel, tetapi hasilnya sama. 

Setelah cukup lama mencari akhirnya keluarganya mengetahui posisi mobil korban, yang diketahui berada di Samarinda. Keluarga pun bergegas menuju ke lokasi mobil \berada untuk mengecek secara langsung.

"Ketika keluarganya sampai di TKP, keluarga mengintip ke dalam mobil dan melihat korban sudah tergeletak," terang Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, melalui Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Zainal Arifin.

Keluarganya mencoba membuka pintu mobil namun terkunci dari dalam, sehingga keluarga berinisiatif membuka salah satu jendela mobil secara paksa mengunakan lakban. "Dan setelah terbuka keluarga kemudian mencari bantuan ke ketua RT dan warga sekitar," jelasnya. Polisi yang tiba di TKP langsung melakukan penyelidikan dan identifikasi pada jasad.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban maupun di sekitar TKP. Diduga korban meninggal karena sakit sesuai dengan ciri yang teridentifikasi pada jasadnya dan juga keterangan keluarga," pungkasnya. Setelah proses olah TKP dan identifikasi dilakukan, selanjutnya jasad dievakuasi ambulans PMI ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie.(oke/beb)

Editor : Indra Zakaria