Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ayo, Konsisten Cinta Persiba

wahyu-Wahyu KP • Selasa, 15 Januari 2019 - 14:54 WIB

Oleh: Andi Amirul Tarninda BP

(Ketua Panpel Piala Soeratin U-17 Grup I Wilayah Kaltim)

SEBAGIAN kalangan menilai, kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari perkembangan dan prestasi olahraga di daerah tersebut. Khususnya sepak bola. Yang menjadi unsur penting, menarik dan menjadi kebanggaan masyarakat suatu daerah.

Di Indonesia, hampir semua daerah memiliki klub sepak bola kebanggaan. Seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan beberapa nama-nama mentereng lain yang sudah sangat ingar bingar di telinga penggemar olahraga sepak ini. Pun dengan Balikpapan. Dengan Persiba-nya. Yang sangat disegani di era kompetisi perserikatan Tanah Air. Pada pengujung tahun 80-an. Dengan Jhony Rinning-nya. Yang pernah menjadi juara 3 di Liga Super Indonesia musim 2009-2010. Dengan stadion yang selalu penuh oleh penonton. Dengan suporternya yang bercirikan warna biru. Persiba adalah Balikpapan dan sebaliknya. Malah bukan hanya Balikpapan tetapi Persiba telah menjadi simbol prestasi sepakbola Kaltim.

Pasang surut perjalanan Persiba di kompetisi negeri ini adalah hal yang wajar dalam dunia sepak bola. Tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap laga sepak bola. Hal yang positif adalah semangat yang menggelora dari pengurus setiap periode untuk tetap bertahan dan tidak cepat putus asa, yang membuat Persiba tetap eksis dan bertahan dalam ingar bingar sepak bola nasional.

Pengurus lama sudah berjuang dan susah payah mengelola di bawah komando H Syahril HM Taher. Tidak sedikit pengorbanan yang diberikan demi kejayaan Persiba. Tanpa itu semua, mustahil Persiba masih eksis hingga sekarang. Mungkin sudah tenggelam oleh persaingan dan kompetisi yang ketat. 

Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan H Rahmad Mas’ud adalah pelanjut estafet. Tentu dengan semangat baru. Membawa kembali Persiba di persaingan kasta tertinggi. Yang sudah menjadi cita-cita dan harapan insan bola di Balikpapan. Dengan optimisme yang tinggi. Karena banyak yang bilang mempertahankan adalah hal yang sulit. Tapi jika didukung seluruh masyarakat Balikpapan, tentu bukan hal yang mustahil untuk terwujud.

Pembentukan pengurus kemudian pembuatan rencana kerja serta detail program, perlu dilakukan segera. Melihat kompetisi sudah di depan mata. Klub-klub lain pun juga pasti melakukan hal yang sama. Kesibukan presiden klub yang juga sebagai wakil wali kota, tentu harus mendapat dukungan seluruh insan yang peduli dengan Persiba. Optimisme itu pasti. Tapi jangan lengah. Waktu terus berpacu. Karena lawan-lawan juga terus menyiapkan timnya.

Bicara Persiba ke depan, tentu harus juga melihat perkembangan bibit-bibit mudanya. Salah satunya lewat perhelatan Piala Soeratin U-17 tingkat Kalimantan Timur, yang baru saja berlangsung, di mana tim Balikpapan berhasil menjadi Juara Grup I. Salah satunya dengan mengalahkan Berau Marine FC. Sebagaimana diketahui, bahwa Kaltim secara nasional adalah gudang bibit muda sepak bola nasional. Penyelenggaraan Piala Soeratin U-17 Tingkat Nasional dalam kurun waktu 3 tahun terakhir menempatkan wakil Kaltim sebagai juara.

Askot Bontang juara III ketika 2015 kemudian meningkat di mana Askot Balikpapan menjadi juara II tahun 2016. Penyelenggaraan 2017 menempatkan Penajam Utama menjadi juara I tingkat nasional. Melihat data tersebut, kita boleh berbangga karena banyak bibit-bibit muda berbakat yang lahir dan siap untuk mengharumkan nama daerah. Yang tentu bisa menjadi bagian dari tim muda Persiba Balikpapan. Di kemudian hari.

Jangan lupakan juga Suporter. Ini adalah energi ekstra bagi pemain saat berlaga. Kita bisa liat bagaimana para suporter klub-klub Eropa menjadikan klub kesayangannya seperti melebihi segala-galanya. Tentu kita ingin membawa aura positif tersebut hadir di masyarakat Balikpapan.

Kita ingin melihat hal itu terjadi disini. Di Stadion Batakan. Dalam balutan warna biru. Warna identitas Persiba. Warna kebanggaan. Dalam satu koor: ayoo, ayoo Persiba, kuingin engkau harus menang. Ini memang menjadi tantangan. Menambah jumlah suporter. Yang begitu mencintai Persiba. Yang menjadikan Persiba selalu di hati, dan Garuda di dada. Yang selalu hadir meskipun ketika Persiba mengalami kekalahan.

Ini akan menjadi energi ekstra yang bermanfaat untuk pemain. Membangun fanatisme. Yang tidak berlebihan. Sportif. Dan mengutamakan kreativitas. Untuk memberikan kesan positif terhadap khalayak. Inilah suporter Persiba. Yang fanatismenya dituangkan lewat kreativitas. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang utama kelompok suporter dan pengurus.

Apalagi Balikpapan dikenal sebagai kota yang dihuni oleh penduduk yang heterogen. Belum lagi lokasi stadion yang terletak di pinggir kota, menjadi tantangan tersendiri untuk mengajak masyarakat Balikpapan. Berbondong-bondong ke stadion. Untuk membangun kecintaan masyarakat Balikpapan akan Persiba. Dan menjadikan Persiba selalu di hati dan jadi kebanggaan masyarakatnya. Demi kejayaan.

Persiba memang harus kembali ke kompetisi yang memang pantas buat Persiba dengan nama besarnya: Liga 1. Upaya pemerhati bola Balikpapan pun sudah sangat-sangat baik. Dengan menggelar berbagai diskusi yang tidak hanya melibatkan pemerhati bola Balikpapan saja, tapi juga melibatkan Wali Kota Balikpapan sebagai orang nomor 1 di Balikpapan.

Dengan tekad bersama: Persiba harus kembali ke Liga1! Semua wajib mendukung. Pengurus, suporter dan masyarakat Balikpapan. Semua unsur tanpa terkecuali. Sinergi mengembalikan kejayaan Persiba. Tim Selicin Minyak. Klub kebanggaan warga Balikpapan. 2019 sudah sepantasnya kita jadikan sebagai tahun bangkitnya Persiba Balikpapan. (ndu/k15)

Editor : wahyu-Wahyu KP