SANGATTA–Pemilihan umum (pemilu) tinggal menghitung hari. Distribusi logistik kotak surat suara pilpres dan pileg bakal menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu di Kutai Timur (Kutim) yang memiliki 139 desa dari 18 kecamatan.
Distribusi logistik akan dimulai pada 12 April 2019. Logistik didistribusikan ke Sangkulirang, Sandaran, dan Karangan. Sebagai antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, seperti surat suara yang basah kena hujan atau terkena air laut, distribusi surat suara akan menggunakan KAL Kudungga.
“Jadi diangkut menggunakan KAL Kudungga, hingga Sangkulirang, untuk diturunkan buat Kecamatan Sangkulirang dan Karangan. Sementara untuk Kecamatan Sandaran, akan terus menggunakan KAL Kudungga dan diturunkan di Tanjung Mangkalihat serta di Manubar,” ungkap Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang saat rapat koordinasi dengan instansi vertikal, kemarin.
Sedangkan untuk surat suara ke kecamatan lain, akan didistribusikan melalui jalur darat. Hingga di titik kumpul. Mengenai perpindahan logistik pemilu, Ketua KPU Kutim Ulfa berharap bisa menempati Gedung Serba Guna (GSG). Namun, karena rentang waktu yang dibutuhkan untuk penyimpanan cukup lama, yakni hingga pelantikan anggota legislatif dan presiden terpilih, September mendatang, sehingga GOR Kudungga, menjadi alternatif.
“Gedung expo yang saat ini menjadi tempat penyimpanan, akan digunakan pada kegiatan Pemprov Kaltim, Juni mendatang. Sehingga harus dirapikan dari sekarang. Alternatifnya, ada Gudang Dinas Pekerjaan Umum, GOR Kudungga dan eks gedung STAIS. Namun, di GOR Kudungga lebih representative untuk penyimpanan,” ungkap Kasmidi. (mon/kri/k8)
Editor : octa-Octa