Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Operasional PCR Perdana, Cuma Periksa 40 Sampel

izak-Indra Zakaria • Senin, 18 Mei 2020 - 21:59 WIB
Photo
Photo

BALIKPAPAN–Tarik-ulur pengoperasian alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kaltim terjawab sudah. Senin (18/5), alat tes yang direkomendasikan oleh badan kesehatan dunia atau WHO, akan dioperasikan untuk pertama kalinya di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Pada tahap awal, RSPB membatasi pemeriksaan sebanyak 40 sampel swab. Khusus memeriksa swab pasien yang terjangkit virus corona.

Kepada Kaltim Post, Direktur RSPB Syamsul Bahri mengatakan, sejak tiba 5 Mei lalu, alat tersebut beberapa kali telah diuji coba. Dengan melakukan pengujian sampel swab secara terbatas di internal RSPB. “Hasilnya sesuai yang diharapkan. Schedule-nya mulai Senin (hari ini) insyaallah sudah beroperasi,” katanya.

Dari rencana 40 sampel yang akan diperiksa hari ini, Syamsul Bahri menyebut, belum mengantongi data terakhir yang telah teregistrasi. Humas RSPB Liza Permatasari menambahkan, biaya pemeriksaan swab corona menggunakan alat PCR dikenai Rp 2,1 juta. Biaya tersebut hanya pemeriksaan menggunakan alat PCR.

Belum termasuk biaya pendaftaran dan biaya konsultasi dokter. Apalagi jika hasilnya positif dan memerlukan tindak lanjut dengan dokter spesialis paru. “Kami sudah menerima pemeriksaan PCR. Sepertinya pemeriksaan mandiri belum. Karena yang dirawat di rumah sakit juga banyak,” katanya.

Bagi pasien yang ingin melakukan pemeriksaan PCR, Liza menyebut, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Salah satunya harus mendaftar minimal sehari sebelum pemeriksaan swab dilakukan. “Jadi, enggak bisa hari ini datang dan langsung pengambilan swab. Karena persiapan yang panjang dan antrean yang panjang juga,” katanya.

Selain alat tes PCR, pada pekan lalu di Balikpapan juga telah dilakukan pengujian tes corona dengan metode tes cepat molekuler (TCM). Kegiatan itu dipusatkan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). Sama seperti RSPB, manajemen rumah sakit tersebut memutuskan belum menerima pemeriksaan secara mandiri.

Alat TCM bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu masih difokuskan untuk mengevaluasi pemeriksaan pasien yang terkonfirmasi positif virus corona. Juga pasien dalam pengawasan atau PDP yang dirawat di RSKD Balikpapan. Pemeriksaan dilakukan setiap 2-3 hari sekali. Sampai didapatkan hasil negatif dari pemeriksaan swab sebanyak dua kali berturut-turut.

“Sehingga bisa dinyatakan sembuh,” kata Tika Adilistya, Koordinator Laboratorium RSKD Balikpapan. Sejak dioperasikan perdana pada Rabu (13/5) lalu, sudah ada 24 sampel swab yang diuji menggunakan alat TCM ini. Hasilnya, 4 sampel swab masih dinyatakan positif, 2 sampel swab dinyatakan eror, dan 18 sampel swab lainnya dinyatakan negatif. Hasil eror karena sampel dahak atau swab hidung dari pasien tercampur dengan darah.

Sementara hari ini, ada enam sampel swab pasien positif yang akan diuji kembali menggunakan alat TCM. Pasien yang akan diperiksa spesimen dahaknya itu, sebelumnya sudah pernah melakukan pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya maupun Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta. Yang hasilnya masih dinyatakan positif.

“Jadi ada yang sudah diperiksa empat kali, tiga kali, dan dua kali diambil swab-nya. Macam-macam,” ucap Tika.

Saat ini, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona di RSKD Balikpapan sebanyak 8 orang. Dengan jumlah PDP 2 orang. Manajemen rumah sakit pun belum menerima sampel swab dari luar RSKD. Sehingga swab dari orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), maupun PDP ringan, untuk sementara masih dikirim BBLK Surabaya.

Selain masih fokus pada pemeriksaan pasien positif yang saat ini masih dirawat, RSKD juga menunggu kedatangan alat TCM yang dibeli dari Jakarta. Yakni TCM GenExpert beserta cartridge-nya. Alat tersebut dijadwalkan akan tiba di Balikpapan pada Rabu (20/5) nanti. “Setelah itu diuji dulu, mungkin satu hari. Baru bisa melayani swab untuk mandiri,” katanya.

Pemeriksaan swab menggunakan alat TCM ini dilakukan setiap hari. Kecuali hari Kamis, karena alat tersebut digunakan untuk pemeriksaan TB. Setelah alat tersebut tiba dan siap dioperasikan, manajemen RSKD baru berencana melayani pemeriksaan swab secara mandiri. Tarif pemeriksaan swab menggunakan alat TCM ini disebut lebih murah dari pemeriksaan menggunakan alat PCR.

“Biayanya pemeriksaannya Rp 1.550.000. Ditambah biaya swab Rp 335 ribu. Hanya pemeriksaan. Kalau mau konsultasi spesialis ditambah Rp 150 ribu. Satu hari jadi,” ujar Direktur RSKD Balikpapan Edy Iskandar.

Sementara itu, dalam rilisnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak mengatakan, ada satu penambahan kasus positif Covid-19. Yakni dari Kutai Kartanegara (Kukar). Pasien yang selanjutnya disebut KKR 42 adalah laki-laki 16 tahun yang merupakan pelaku perjalanan dari Magetan. “Telah dirawat di Wisma Atlet Kutai Kartanegara sejak 9 Mei 2020 dengan rapid test reaktif,” katanya.

Adapun kasus sebanyak 3. Yakni dari Balikpapan 1 kasus dengan kode pasien BPN 38. Kemudian dari Berau atau BRU 5, dan Bontang atau BTG 8. Hingga Ahad (17/5), total orang terkonfirmasi positif corona di Kaltim mencapai 254 orang. Sementara pasien sembuh dan meninggal masing-masing 66 dan 3. Adapun yang masih dirawat 185 orang.

Dari Balikpapan, Wali Kota Rizal Effendi mengatakan, pemkot mendapat tambahan 10 PDP baru. Jumlah itu dari hasil rapid test mandiri yang dilakukan beberapa rumah sakit swasta. Bertambahnya kasus 10 PDP baru, membuat jumlah PDP keseluruhan di Balikpapan menjadi 169 kasus. Sementara yang masih menjalani perawatan di rumah sakit 33 kasus. “Jumlah spesimen yang masih dalam pemeriksaan masih ada 34,” ucapnya. (kip/lil/riz/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#corona