Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Di Kaltim Prokes Ketat, Tersisa Mahulu yang Masih Zona Kuning, Sisanya Merah Semua

izak-Indra Zakaria • Senin, 21 Desember 2020 - 22:44 WIB
Photo
Photo

Per 20 Desember 2020 dari 10 kabupaten dan kota cuma Mahakam Ulu saja  sebagai daerah yang berstatus zona kuning. Sedangkan 9 daerah lainnya zona merah. Ini menandakan Wabah Covid-19 Benua Etam masih terjadi bahkan terus mengalami peningkatan terkonfirmasi positif.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah atau menjalani protokol kesehatan dengan ketat. Mulai menggunakan masker ketika keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan selalu menjauhi kerumunan.

"Kesekian kalinya kami ingatkan kembali tak bosan-bosan, agar masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah atau menjalani protokol kesehatan dengan baik. Karena, wabah ini masih terjadi. Bahkan terus meningkat," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kaltim H Andi Muhammad Ishak kepada Tim Publikasi Biro Humas Setprov Kaltim, Ahad (20/12). Pemerintah Provinsi melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona atau Covid-19 Provinsi Kaltim terus berupaya memaksimalkan kemampuan yang ada dalam menghadapi wabah ini.

Artinya, dengan memaksimalkan pelaksanaan protokol kesehatan, maka masyarakat dapat mencegah penularan.  "Kami minta masyarakat untuk menjaga kesehatan diri sendiri. Dengan cara selalu menjalani protokol kesehatan," jelasnya. Sedangkan perkembangan penambahan terkonfirmasi kasus dengan hasil positif Covid-19 per 20 Desember 2020 sebanyak 24.080 kasus atau ada penambahan sebanyak 155 kasus. Sembuh sebanyak 20.328 kasus atau penambahan 165 kasus. Meninggal  677 kasus atau bertambah 10 kasus. Sementara kasus yang dirawat bertambah 20 kasus dan menjadi 3.075 kasus.

Kaltim Terapkan Rapid Tes Antibody

 Provinsi Kaltim tak mengikuti jejak daerah provinsi lain yang mulai menerapkan kewajiban rapid test antigen atau Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi masyarakat yang akan memasuki daerahnya. Kaltim masih tetap menerapkan rapid tes antibody bagi masyarakat masuk ke daerahnya sesuai surat edaran Kementerian Kemaritiman dan Investasi.

"Jadi masih tetap. Sesuai dengan surat edaran dari Menteri Marves (Kemaritiman dan Investasi) Bapak Luhut. Surat rapid tes antigen hanya untuk Jawa dan Bali. Kaltim tetap pakai rapid antibody," kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr Setyo Budi Basuki.

Diketahui bersama, provinsi yang menetapkan rapid tes antigen yaitu DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Malang dan Jawa Tengah. Penerapan kebijakan tersebut mengingat jelang liburan Natal dan Tahun Baru.

Setyo menambahkan untuk tarif rapid tes antibody maupun rapid tes antigen sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan yang mengaturnya tarif atas.

"Sesuai dengan surat keputusan Menteri Kesehatan kalau rapid tes antibody maksimal Rp 150 ribu dan antigen Rp 200 ribu. PCR maksimal Rp 900 ribu," katanya.

Untuk fasilitas rapid tes antibody dan antigen maupun PCR bisa dilakukan di laboratorium UPTD Dinas Kesehatan dan laboratorium yang memiliki izin. Dijelaskan dr Setyo, rapid tes antibody dan PCR digratiskan oleh pemerintah hanya bagi mereka yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 ditemukan oleh Satgas.

"Jadi swab gratis kepada yang kontak erat, bergejala. Terkait surveilance epidemolog. Sampai sekarang seperti itu. Misalnya di Kabupaten ditemukan kasus Covid-19, maka dilakukan swab kepada kontak erat sampai rapid tes di Puskesmas," kata Setyo.

Hingga per tanggal 21 Desember 2020, jumlah kasus Covid-19 di Kaltim 24.080 dengan 3.075 kasus dalam perawatan dan 20.328 kasus sembuh serta 677 kasus meninggal.

Kondisi tersebut, menurut dr Setyo, tak bisa dipungkiri akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan sejak Maret 2020. Masyarakat bisa jadi sudah lelah dan mulai lengah sehingga kasus positif virus tersebut terus bertambah.

"Kita semua petugas kesehatan selalu bilang 3 M itu penting (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak). Tapi arus lalulintas manusia sudah di mana-mana karena kegiatan ekonomi harus jalan. Klaster rumah tangga dan perusahaan akhirnya tinggi. Tapi kita terus berupaya mengendalikan jumlah kasus Covid-19," katanya. Upaya pengendalian kasus Covid-19, Satgas 10 Kabupaten/Kota terus melakukan tracing kasus corona dengan operasikan fasilitas kesehatan tes PCR. (pro/)

Editor : izak-Indra Zakaria
#corona #satgas covid