Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Capaian Vaksin Booster di Berau Baru 3 Persen

izak-Indra Zakaria • Jumat, 25 Maret 2022 - 02:35 WIB
Iswahyudi
Iswahyudi

TANJUNG REDEB – Pemerintah pusat berwacana menjadikan vaksin Covid-19 dosis lanjutan atau booster menjadi syarat dalam perjalanan mudik pada hari libur Idulfi tri 2022. Terkait hal tersebut menjadi perhatian bagi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi.

Menurutnya aturan vaksin booster menjadi syarat mudik ada baik dan buruknya. Dan yang jelas tentu menuai pertentangan dari masyarakat. Menurut Iswahyudi dengan adanya syarat tersebut, bisa meminimalisasi terjadinya penularan Covid-19. “Karena menurut pengalaman dari tahun ke tahun memang mudik pasti menumbulkan kepadatan lalulintas dan bisa membuat kerumunan. Jika sudah vaksin booster, maka kecil kemungkinan untuk penularan Covid-19,” ujarnya kepada Berau Post, Rabu (23/3).

Namun secara statistik, untuk Kabupaten Berau capaian vaksin booster masih sangat rendah. Menurut data Dinas Kesehatan Berau, pencapaian booster hanya sebesar 3 persen. Sedangkan capaian dosis pertama sudah mencapai 91 persen dan vaksiniasi tahap kedua 72 persen. “Masih sangat sedikit memang peminat vaksin booster ini,” tegasnya.

“Padahal kami setiap hari buka untuk vaksinasi booster. Beberapa instansi juga sudah banyak yang membantu mengadakan vaksinasi,” jelasnya. Rendahnya partisipan vaksin booster, antara lain disebabkan lantaran jarak vaksinasi kedua belum cukup lama untuk mendapat vaksinasi booster tersebut. Padahal stok vaksin tidak sedikit. “Stok kita terbilang aman untuk vaksin ini,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya tentu akan mendukung keputusan dari pusat terkait aturan mudik menggunakan syarat vaksinasi booster. Hal itu juga baik untuk meningkatkan partisipasi agar masyarakat mau untuk vaksin booster tersebut. “Sejatinya kita di daerah akan mengikuti bagaimana keputusan pusat. Itu bisa jadi juga kan untuk meningkatkan partisipan vaksinasi dan lebih meningkatkan imunitas,” tuturnya.

Pihaknya juga membuka vaksinasi booster di Dinas Kesehatan Berau, beberapa puskesmas dan penyaluran lainnya, seperti dari pihak Polri. Beberapa puskesmas di kampung juga aktif untuk melakukan vaksinasi agar capaian bisa mecapai 100 persen.

“Banyak tempat, tergantung dari keinginan masyarakat saja apakah mau vaksin atau tidak. Tetapi untuk stok, kami pastikan aman karena banyak instnasi juga yang melaksanakan vaksin gratis,” tandasnya (aky/har)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#ragam