Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Orang Banjar Samarinda Cucu Pejuang Kemerdekaan Jadi Unsur Pimpinan Otorita IKN

izak-Indra Zakaria • Jumat, 14 Oktober 2022 - 19:38 WIB
Badroen Arieph, pejuang kemerdekaan dari Samarinda
 Sumber foto: Tokoh Pers Kaltim (2003)
Badroen Arieph, pejuang kemerdekaan dari Samarinda Sumber foto: Tokoh Pers Kaltim (2003)

Oleh : Muhammad Sarip

Sejarawan publik

 

Dari lima deputi Otorita Ibu Kota Nusantara yang dilantik per 13 Oktober 2022, ada seorang figur dari Samarinda. Namanya Myrna Asnawati Safitri. 

Keterpilihan Myrna ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123/TPA Tahun 2022. Dia diberi jabatan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara. 

Secara kapabilitas dan kompetensi, Myrna dinilai layak menempati unsur Pimpinan Tinggi Madya pada Otorita IKN. Dia Doktor Ilmu Hukum lulusan Universitas Leiden, Belanda. Dia juga alumnus Magister Antropologi Universitas Indonesia dan sarjana hukum dari Universitas Brawijaya.

Kepakaran Myrna bila diukur dari sitasi publikasi ilmiah relatif cukup kredibel dengan statistik lebih dari lima ratus sitasi. Dia dosen Hukum Lingkungan dan Tata Ruang di Fakultas Hukum Universitas Pancasila.

Portofolio Myrna di bidang hukum dan lingkungan antara lain sebagai Deputi Bidang Edukasi dan Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia sejak tahun 2021. Dia juga pernah menjadi konsultan beberapa lembaga intenasional dan memimpin organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang lingkungan dan SDA.

Selain memenuhi kualifikasi kompetensi, masuknya Myrna di Otorita IKN juga merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2022 tentang Otorita Ibu Kota Nusantara. Pasal 14 menyebutkan bahwa komposisi deputi Otorita IKN mengutamakan unsur masyarakat lokal Kalimantan Timur.

Penelusuran terhadap profil Myrna sebagai representasi masyarakat Kaltim menunjukkan bahwa dia lebih dari sekadar seorang yang berkelahiran di ibu kota Provinsi Kaltim. Dari aspek keluarga dan leluhurnya, Myrna adalah satu dari keturunan etnis Banjar Samarinda yang menghidupkan eksistensi Kampung HBS Pasar Pagi di tepian Mahakam dan berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tempo dulu pada masa Pergerakan Nasional dan Revolusi Kemerdekaan, Kampung HBS terkenal sebagai permukiman para pejuang.

Kakek Myrna bernama Badroen Arieph. Sejumlah memoar dan testimoni para veteran mengungkap peran Badroen Arieph pada masa Revolusi Kemerdekaan. Bersama Abdoel Moeis Hassan dan para pemuda lainnya, Badroen ikut dalam Panitia Persiapan Penyambutan Kemerdekaan Republik Indonesia (P3KRI) di Samarinda 1945. Bersama keluarga Barack, Badroen juga menyediakan logistik dan makanan untuk laskar gerilyawan Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) Samarinda pimpinan Djunaid Sanusie.

Badroen juga menjadi penyangdang dana sekaligus bendahara untuk gerakan politik Republiken di Kaltim, yakni partai lokal Ikatan Nasional Indonesia (INI) yang dipimpin Abdoel Moeis Hassan (kelak menjadi Gubernur Kaltim 1962–1966). Di samping itu, Badroen mendirikan surat kabar Masjarakat Baroe pada Agustus 1946 dengan merekrut Oemar Dachlan sebagai pemimpin redaksinya. Koran ini berperan sebagai media perjuangan kaum Republiken di Kaltim.

Kiprah Badroen dalam bidang pers melanjutkan jejak kakak kandungnya, yakni Anang Atjil Arieph. Pada masa pergerakan nasional sebelum Perang Dunia II, tepatnya tahun 1935, Anang Atjil Arieph di Samarinda menerbitkan koran harian bernama Pantjaran Berita.

Pengalaman Badroen dan Anang Atjil dalam penerbitan media diikuti oleh putra tunggal Badroen yang bernama Muhammad Fuad Arieph. Pada awal 1970 Fuad Arieph mendirikan koran Suara Kaltim. Ia menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kaltim selama dua periode dari 1990 hingga 2000. Pernah pula menjadi Ketua DPRD Samarinda periode 1999–2004.

Pada 26 Agustus 2019 Presiden RI Joko Widodo mengumumkan bahwa lokasi ibu kota baru negara adalah di Kalimantan Timur. Lalu pada 18 Januari 2022 DPR RI mengesahkan Undang-Undang Ibu Kota Negara. Presiden mengarahkan Kepala Otorita IKN agar rekrutmen deputi ada yang berasal dari masyarakat Kaltim. Hal ini mengakomodasi opini pihak organisasi kemasyarakatan yang meminta komposisi pimpinan Otorita diisi oleh putra daerah Kaltim. 

Akhirnya, 13 Oktober 2022 di Aula Serbaguna Gedung III Kementerian Sekretariat Negara, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono melantik putri pertama dari Fuad Arieph sebagai Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN. Dialah Myrna Asnawati Safitri binti Fuad Arieph bin Badroen Arieph, urang Banjar Samarinda. (*)

 

Editor : izak-Indra Zakaria