TANJUNG REDEB - Perbaikan Jembatan Sambaliung terus menunjukkan perkembangan positif. Sesuai jadwal, kemarin (15/7) telah dilakukan pengecoran jalan bentang 2 dan 3, hal ini memberikan harapan kendaraan roda dua bisa segera melintas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbaikan Jembatan Sambaliung, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPRPera) Kalimantan Timur, I Nyoman Suardika, juga mengatakan pelaksanaan pengecoran berjalan lancar. “Proses pengecoran sudah dilaksanakan sesuai tahapan yang kita rencanakan,” ucapnya, Senin (17/7). Meski sehari sebelumnya, penumpukan kendaraan masyarakat yang bertempat tinggal di Sambaliung sempat menutup akses masuk truk pengecor, namun kendala itu akhirnya bisa teratasi. “Sempat kemarin terhalang, tetapi sudah bisa diatasi,” katanya.
Jika tidak ada kendala lagi, maka nantinya akan dilaksanakan tiga kali tes uji beton untuk memastikan kondisi pengecoran baik dan bisa dilintasi sepeda motor. Adapun pengetesan dilakukan dengan rentang 7 hari sekali.
“Sampel beton itu nanti akan di uji coba pada usia 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Sehingga data yang diperlukan cukup untuk mengetahui kualitas beton,” terangnya.
Bahkan, jika uji beton memenuhi pada usia pengecoran 7 hingga 14 hari, maka kendaraan roda dua atau motor katanya, bisa saja melintasi Jembatan Sambaliung dan tidak perlu menyeberang menggunakan Kapal Landing Craft Tank (LCT) lagi. “Kalau sudah usia 7 hingga 14 hari seharusnya bisa open traffic dengan pengaturan lalu lintas yang ketat,” terangnya.
Bebernya, pengecoran lintasan di tiga bentang mencapai 180 meter saat ini sudah selesai. Selain itu, penggantian elastomer juga sudah selesai dikerjakan, hingga pemancangan perkuatan pada pilar 1 dan 2 sisi hilir. “Sekaramh ini pengecatan pada rangka jembatan masih dilakukan,” jelasnya.
Sehingga, menurut perhitungan Nyoman, pekerjaan yang dilakukan hingga kemarin (17/7) sudah rampung hampir mendekati setengah pekerjaan atau 45,64 persen dari target 28,08 persen.
“Setelah selesai pengecoran ketiga, kita upayakan di umur beton 14-21 hari kendaraan motor bisa melintas,” tutupnya.
Terpisah, salah seorang warga yang tinggal di Sambaliung, Hardian, mengaku cukup senang mendengar kabar ini. Karena hal itu tentu akan meringankan bebannya maupun masyarakat lain yang memang memiliki kepentingan di Tanjung Redeb.
“Ya saya cukup senang ya, ketimbang harus menyeberang menggunakan kapal atau LCT, dengan bermotor langsung tentu lebih efisien,” jelasnya.
Dirinya berharap, pengerjaan bisa selesai dan mencapai target-target sesuai waktu yang ditentukan. “Kita mendoakan agar proses perbaikan berjalan lancar,” pungkasnya. (*/sen/sam)
Editor : izak-Indra Zakaria