Pusat Kecamatan Tanjung Harapan yaitu Desa Tanjung Aru selama ini sangat sulit ditembus melalui jalur darat, namun tahun ini perlahan sudah bisa dilewati.
TANA PASER -Kaltim Post menjajal jalur darat menuju Desa Tanjung Aru bersama Bupati Paser Fahmi Fadi dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Perjalanan dari Kota Tana Paser, Kecamatan Tanah Grogot sampai Desa Tanjung Aru sekitar lima jam perjalanan santai. Jika lebih cepat bisa saja ditempuh selama empat jam. Syukurnya cuaca panas, jika hujan, maka siap-siap banyak rute yang belum dicor bisa ambles. Proyek ratusan miliar yang digelontorkan Pemkab Paser ke jalur ini sangat berdampak pada kondisi jalan. Meskipun masih banyak titik dalam progres, kondisi saat ini sudah sangat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya saya untuk ke Desa Keladen, harus melewati desa di Kalimantan Selatan dulu keliling, sekarang tidak perlu lagi karena sudah bisa dilewati jalannya," kata Sekretaris Desa Keladen Nazmawati, Rabu (6/9).
Nazmawati yang berdomisili di Tanah Grogot, harus bolak-balik tiap beberapa pekan selama bertugas di Keladen sejak 2019. Menurutnya kondisi saat ini setelah ada pengerasan dan banyak pembangunan rigid, sangat berdampak pada jarak tempuh.
Dulu bisa tujuh sampai delapan jam perjalanan. Sekarang hanya sekitar empat sampai lima jam. Jika cuaca panas maka bisa lebih cepat. Jika dari Desa Kerang Dayo, Kecamatan Batu Engau, banyak desa yang harus dilalui dan jalannya tidak mulus sampai ke Tanjung Aru. Mulai dari Tampakan, Mengkudu, Riwang, Lomu, Pengguren, dan Segendang. Desa ini masuk Batu Engau. Lalu Keladen, Random, Tanjung Aru titik terakhir yang masuk Tanjung Harapan.
Bupati Paser Fahmi Fadli mengatakan permasalahan akses jalan tidak bisa diwujudkan dengan cepat. Perlu waktu bertahap untuk memperbaiki karena keterbatasan anggaran. Selain menganggarkan besar ke ruas jalan ini, Pemkab Paser melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser juga menyiapkan alat berat yang standby di lokasi.
"Ini untuk kebutuhan mendadak apabila ada jalan yang ambles dan sulit dilintasi warga," kata Fahmi. (jib/far)