SAAT ini penduduk di Penajam Paser Utara (PPU) berjumlah 178.681 jiwa dan di Kutai Kartanegara (Kukar) berjumlah 733.626 jiwa. Sedangkan total penduduk Kaltim sebanyak 3.808.235 jiwa.
Merujuk pada populasi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mencapai 1,7 – 1,9 juta jiwa pada 2045 (Badan Otorita IKN, 2022) dan pergerakan yang bersumber dari pendatang, jaringan pelayanan angkutan jalan dipertimbangkan lebih sesuai untuk dikembangkan.
“Kesesuaian yang dimaksud merujuk pada peran/karakteristik operasi moda angkutan jalan dan potensi kebutuhan (demand) yang dilayani,” ungkap pengamat transportasi Djoko Setijowarno menanggapi rencana pembangunan jaringan kereta api di IKN.
Baginya, pengembangan jaringan pelayanan angkutan jalan diperhitungkan lebih optimal untuk melayani kawasan IKN dengan populasi 1,7 – 1,9 juta jiwa (tahun 2045) dan luas wilayah 56.189,75 hektare. “Jalur kereta yang melayani wilayah pengembangan IKN utara bisa dilayani dengan angkutan berbasis jalan,” sebutnya.
Adapun isu yang terkait dengan operasi angkutan barang dengan moda kereta api, yang melintas di kawasan IKN, bisa diintegrasikan dengan moda angkutan jalan dengan pertimbangan bahwa volume angkutan barang di kawasan IKN yang masih memadai dilayani dengan angkutan jalan.
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata tersebut menjelaskan, trase jalur kereta api perkotaan IKN dimulai dari Balikpapan akan melayani dari Pelabuhan Semayang – Karang Joang – Samboja – Sepaku – KIPP – Pulau Balang dan kembali lagi ke Karang Joang – Pelabuhan Semayang.
Jalur kereta api (KA) perkotaan tersebut akan terbagi menjadi tiga segmen. Yaitu Segmen 1 rute Pelabuhan Semayang – Karang Joang, Segmen 2 rute Karang Joang – Samboja – Sepaku – KIPP, dan Segmen 3 rute Karang Joang – Pulau Balang – KIPP.
Menurut Studi Kelayakan Rencana Penyelenggaraan Kereta Api Perkotaan di IKN baru tahun lalu yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, depo kereta api perkotaan juga ditempatkan di Karang Joang. “Pola operasi kereta api, pada tahap awal, terdiri dari tiga rute pelayanan. Yakni rute Semayang-Karang Joang, rute Karang Joang-Samboja-KIPP integrasi, dan rute KIPP integrasi - Karang Joang,” ulasnya.
Sementara itu, keperluan sarana (train set) untuk operasi/pelayanan pada masing-masing rute disesuaikan kebutuhan. Headway KA pada jam sibuk pagi (06.00-08.00) dan sore (16.00-18.00) adalah 10 menit dan 60-90 menit di luar jam sibuk.
Diketahui, untuk operasi kereta api, rute 1 mulai beroperasi pada 2035 dan sampai 2049 menggunakan 1 train set (terdiri dari 3 kereta) dan setelahnya menggunakan 2 train set. Rute 2, mulai beroperasi tahun 2040 dan sampai 2059 menggunakan 1 train set (terdiri dari 3 kereta) dan setelahnya menggunakan 2 train set. Dan rute 3, mulai beroperasi pada 2050 dan cukup menggunakan 1 train set (terdiri dari 3 kereta).
“Merujuk pada proses analisis transportasi makro dan perilaku perjalanan pada rencana kereta api perkotaan IKN tahap awal (rute 1), hasil analisis pertumbuhan permintaan perjalanan pada rute 1 (tahap awal), pada tahun pertama operasi (2035), pelayanan kereta api perkotaan IKN diperkirakan akan melayani 1.693 orang per hari,” ujarnya.
Angka itu mengalami pertumbuhan mencapai 8.757 orang per hari yang dilayani dengan dua rute pelayanan kereta api pada 2040. Tahun 2050, dengan tiga rute pelayanan kereta api, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 32.641 orang per hari. Secara keseluruhan, pada 2073, angkutan kereta api perkotaan IKN diperhitungkan akan melayani hingga 70.046 orang per hari.
Di sisi lain, untuk lokasi depo dan balai yasa direncanakan dibangun pada lokasi Stasiun Karang Joang yang merupakan lokasi stasiun kereta api yang akan menjadi besar (dengan beroperasinya lintas pelayanan KA Perkotaan Balikpapan – Wilayah IKN dan KA Trans Kalimantan). Keperluan lahan untuk bangunan depo dan wilayah emplasemen depo adalah 10.000 meter persegi.
Emplasemen di Stasiun Karang Joang sebagai lokasi depo dan balai yasa. Depo yang direncanakan di daerah Karang Joang direncanakan berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2019 tentang Standar Tempat dan Peralatan Perawatan Sarana Perkeretaapian meliputi jalur perawatan (jalur masuk dan atau jalur keluar, jalur stabling, jalur pelaksanaan perawatan, jalur perpindahan, jalur pemeriksaan).
Kemudian bangunan utama untuk perawatan (jalur pelaksanaan perawatan, jalur pemeriksaan, ruang perawatan komponen, ruang pengawasan). Lalu bangunan untuk peralatan bantu (gudang suku cadang, ruang penyimpanan peralatan perawatan, ruang pembangkit listrik, tempat pengelolaan limbah, tempat penyimpanan dan pengisian pelumas dan bahan bakar). Adapun bangunan kantor (penyimpanan dokumen, ruang manajerial) dan fasilitas umum (tempat ibadah, tempat mandi dan toilet, tempat parkir, tempat makan, area evakuasi).
“Sarana kereta yang akan digunakan adalah produksi PT Inka. Tidak perlu impor dari negara lain. Mulai sekarang PT Inka diajak diskusi untuk merumuskan jenis kereta yang sesuai keperluan,” ungkap wakil ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat itu.
Pembangunan kajian rencana pembangunan jaringan kereta api di IKN telah dibahas di meja DPR RI bersama pemerintah sejak tahun lalu. Kajian pun disebut telah disusun. Hingga keluar rencana empat proyek infrastruktur kereta api pada 2025-2029.
Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho menyebut, pembangunan jaringan kereta api memang diperlukan di Kaltim. Terlepas dari ada dan tidak adanya IKN. Mengingat secara infrastruktur, Kaltim memerlukan transportasi publik yang mampu menunjang pertumbuhan penduduknya.
“Kereta api penting karena Kaltim ke depan akan sangat memerlukan transportasi massal. Harapannya juga bisa terintegrasi dengan Kalimantan,” ungkap ketua Partai Demokrat Kaltim itu. Selain itu, Irwan juga mendorong agar dalam kajian dan pembangunan jaringan kereta api IKN ini juga melibatkan akademisi dan tenaga lokal.
Terkait anggaran, Irwan menyebut dalam pembahasannya tahun lalu, baru sebatas pada penganggaran kajian. Yang dilaksanakan pada tahun ini. Namun, anggaran tersebut diperuntukkan untuk 16 kajian transportasi publik secara luas untuk IKN. Yang di dalamnya termasuk kereta api. “Nilainya saya lupa karena tahun lalu. Yang jelas, anggaran sudah disetujui dan kajiannya dilaksanakan tahun ini,” ungkapnya. (rom/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria