JAKARTA–Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih terus menggodok nama bakal calon wakil presiden (bacawapres) pendamping Prabowo Subianto. Sekretaris Jenderal DPP Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo akan menggelar rapat dengan anggota koalisi. Selain membicarakan bacawapres, akan dibahas format pemenangan.
”Apa dan siapa yang mengerjakan apa, itu akan disusun atau sedang disusun dalam satu bagan pemenangan,’’ ujarnya, Rabu (4/10). Dia menyebut, rapat digelar dalam waktu dekat. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga akan menyampaikan beberapa kandidat ketua tim pemenangan. ”Tentu semuanya ini akan mendapatkan persetujuan dari ketua umum partai koalisi,” imbuhnya.
Agenda lainnya adalah menyempurnakan visi dan misi calon presiden dan calon wakil presiden. Sebelumnya, KIM membahasnya dalam pertemuan perdana, beberapa pekan lalu.
Di sisi lain, bacapres Anies Baswedan kemarin bernostalgia di Desa Kracak, Ajibarang, Banyumas. Di sanalah dulu Anies menjalani kuliah kerja nyata (KKN) saat kuliah di UGM. Anies dan tujuh mahasiswa lain sempat tinggal di desa itu selama tiga bulan. ”Pengalaman (KKN) di sini (Kracak) luar biasa,” ujarnya.
Anies mengatakan, suasana Desa Kracak tak banyak berubah. Masyarakat setempat tetap hangat dan ramah kepada semua orang. Hanya ada perubahan minor, yakni berdiri beberapa bangunan baru yang dulunya adalah sawah. ”Kalau datang ke sini, ketemu dengan teman-teman lama. Persaudaraan dan suasana desa, tak ada yang berubah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wanto Tirta, tokoh masyarakat Desa Kracak, mengatakan inovasi dan terobosan yang dilakukan Anies beserta kawan-kawan KKN-nya masih bisa dirasakan. ”Mas Anies sudah menjadi bagian dari Desa Kracak,” tuturnya. Wanto menyebut beberapa peninggalan Anis dkk. Di antaranya, program akta kelahiran massal dan pelatihan kepemudaan.
Anies menambahkan, negara harus memberikan perhatian lebih pada desa. Menurut dia, desa merupakan pilar pangan bangsa. Negara, kata dia, perlu menyiapkan apapun yang membantu kegiatan produksi pangan tersebut. ”Desa harus tetap bisa menjadi pertahanan pangan kita. Karena itu, harus ada keseriusan untuk membantu kegiatan produksi pangan,” ucapnya.
Sementara itu, bacapres Ganjar Pranowo melakukan safari politik di Kota Bandung kemarin. Agendanya cukup padat, mulai jalan pagi, menyapa masyarakat, hingga bersilaturahmi ke rumah mantan Gubernur Jabar Letjen TNI (Purn) Solihin Gautama Purwanegara. Solihin menjadikan Ganjar sebagai anak angkat.
Pukul 05.30 Ganjar keluar hotel untuk berjalan kaki menikmati suasana pagi di kota yang terkenal dengan julukan Paris Van Java itu. Dia menyusuri jalanan Bandung dan mampir ke tempat-tempat yang biasa dijadikan tongkrongan masyarakat.
Warga yang hendak bekerja atau berangkat sekolah terkejut dengan kehadiran Ganjar. Mereka lalu berebut mendekati Ganjar untuk bersalaman dan berfoto bersama. ’’Yes dapat foto bareng sama Pak Ganjar. Ganteng sekali Pak Ganjar ya. Lebih ganteng aslinya daripada di televisi,’’ ucap warga yang berhasil mengabadikan foto dengan Ganjar.
KHOFIFAH MAULIDAN DI TUBAN
Nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kian santer terdengar di bursa bacawapres. Dia disebut sedang dilirik bacapres Ganjar Pranowo. Namun, hingga kemarin Khofifah belum memberikan penjelasan resmi terkait isu tersebut. Khofifah memilih sibuk menjalankan tugasnya sebagai gubernur Jatim.
Selasa (3/10) malam lalu, Khofifah justru menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Golkar Bersholawat di Alun-Alun Kabupaten Tuban. Acara itu dihadiri Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Ada juga Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, dan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki. Penceramah yang menyampaikan tausiah adalah Gus Miftah.
Di hadapan puluhan ribu masyarakat, Khofifah memuji karakter dan akhlak masyarakat Tuban yang meneladani Sunan Bonang. Makam Sunan Bonang memang tidak jauh dari Alun-Alun Tuban.
”Sunan Bonang mengajarkan moderasi yang sangat luar biasa. Insyaallah masyarakat Tuban ini hati dan perasaannya halus. Karena sudah diasah dengan kesenian yang luar biasa sejak zaman Sunan Bonang,” kata Khofifah.
Airlangga Hartarto dalam sambutannya menyampaikan, Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk kembali meneladan sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. (hen/c19/oni/jpg/dwi/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria