HARI bersejarah bagi Indonesia. Piala Dunia U-17 resmi dibuka di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, dan Indonesia U-17 berhasil meraih satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Ekuador U-17.
Inilah Piala Dunia pertama di semua level, dari kelompok umur sampai senior, yang dihelat di sini. Inilah laga pertama yang dijalani Indonesia di ajang dua tahunan tersebut. Gol Arkhan Kaka pada menit ke-22 juga menjadi gol pertama Merah Putih di semua level putaran final Piala Dunia. Dan, otomatis hasil seri itu menjadi poin pertama pula bagi Indonesia.
Sebelumnya, seremoni pembukaan berlangsung delapan menit di GBT. Dimulai tepat pukul 18.40.Lampu stadion mati. Hanya cahaya warna-warni di panggung yang tetap menyala. Panggung itu berada di tribune timur. Berbentuk tiga lingkaran besar yang menghadap tribune VVIP. Belum sampai artis keluar, suporter melakukan aksi tak terduga: menyalakan flashlight smartphone.
Di belakang panggung, 4.000 siswa berpakaian serbaputih dijadikan ”green screen”. Tribune timur yang semula gelap tiba-tiba muncul tulisan: Rungkad. Tak lama berselang, Aurelie Moeremans keluar. Mengenakan setelan serbaputih, perempuan blasteran Indonesia-Belgia itu menyanyikan lagu Rungkad.
Dia didampingi 40 dancer yang kompak memakai setelan merah-putih. Termasuk pedangdut Wika Salim yang mengenakan setelan serupa. Rungkad pun mampu memecah keheningan stadion. Semua suporter yang hadir kompak bernyanyi.
Namun, tidak sampai dua menit, lagu langsung berganti. Kali ini Aurelie menyanyikan No Comment. Wika juga ikut membantu menjadi backing vocal.
Terakhir, giliran Wika yang tampil. Dia membawakan lagu Bersama Garuda (We Are Together). Lagu didendangkan selama empat menit. Selama Wika bernyanyi, ”green screen” menampilkan gambar budaya Indonesia. Termasuk wewayangan.
Begitu Wika tuntas menyanyikan lagu, kembang api meletus. Kemudian, dibarengi dengan menyalanya lampu stadion. Itu sekaligus menjadi penanda bahwa opening ceremony telah tuntas. Delapan menit yang membuat puas Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
”Menyiapkan acara pembukaan 8–10 menit merupakan tantangan. Dengan kapasitas dan pengalaman yang dimiliki, saya percaya kepada Wishnutama dan timnya,” kata Erick.
Padahal, Wishnutama mengaku sempat kebingungan. Namun, dia mengungkapkan bahwa konsep opening ceremony didapat seusai diskusi panjang. ”Saya banyak berdiskusi berkaitan dengan ide kreatif, bukan hanya dengan Pak Erick, tapi juga dengan Presiden Jokowi. Saat berada di IKN, beliau (Jokowi) sempat meluangkan waktu untuk menyampaikan pemikiran dan ide kreatif yang berkaitan dengan pembukaan,” jelas mantan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif tersebut.
Tadi malam, Jokowi juga turut hadir. Dia tiba sepuluh menit sebelum opening ceremony dimulai. Di tribune VVIP, pria asli Solo itu mengenakan setelan jas. Kompak dengan pria yang duduk di sebelahnya: Presiden FIFA Gianni Infantino. (gus/c14/ttg/riz/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria