Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jarak Tempuh Lebih Pendek Dibanding Trans Kalimantan, Poros Tengah Belum Punya Rambu

izak-Indra Zakaria • 2024-01-11 15:27:43
DIKELUHKAN: Akses jalan poros tengah yang lebih cepat, namun belum dilengkapi rambu lalu lintas sehingga pengguna jalan kerap tersesat.
DIKELUHKAN: Akses jalan poros tengah yang lebih cepat, namun belum dilengkapi rambu lalu lintas sehingga pengguna jalan kerap tersesat.

Akses jalan Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), ke Melak Seberang, Kecamatan Melak, Kutai Barat (Kubar), menjadi pilihan warga untuk tujuan Samarinda. Jarak tempuhnya lebih pendek dibanding akses jalan trans Kalimantan. Namun, akses ini sering dikeluhkan.

 

SENDAWAR–Warga kerap mengeluhkan jalan poros tengah itu karena tidak dilengkapi rambu lalu lintas. Sehingga tak jarang ada pengguna jalan tersesat.

“Kami berharap agar pemerintah provinsi atau kabupaten bisa memerhatikan pemasangan rambu lalu lintas di jalan poros tengah ini. Karena akses jalan di HTI (hutan tanaman industri) banyak persimpangan,” kata Arahman, warga Kecamatan Melak, kepada media ini, kemarin.

Perbandingan melintasi jalan poros tengah dari Kubar sekitar 3–4 jam. Dilanjutkan dari Kota Bangun ke Samarinda sekitar 2–2,5 jam. Lebih lama melintasi jalan trans Kalimantan. Antara 10–12 jam. Ini lantaran jalan trans Kalimantan banyak yang rusak berlubang. Meski saat ini masih tahap perbaikan.

Hal senada dikatakan Rudy Suhartono, kepala Kampung Muara Beloan yang baru saja melintasi jalan poros tengah tersebut agar pemerintah segera memasang rambu lalu lintas. Terutama penunjuk arah. “Kasihan warga, banyak yang tersesat karena tanpa rambu lalu lintas,” kata Rudy.

Akses jalan poros tengah ini melintasi Melak Seberang, dilanjutkan ke Kecamatan Mook Manaar Bulatn, tepatnya Kampung Karangan, Kampung Jengan, jalan tambang dan jalan HTI. Terus melintasi Kecamatan Kahala, Jembatan Martadipura di Kecamatan Kota Bangun. Kemudian, dilanjutkan ke Samarinda.

“Pemerintah harus bersyukur ada ruas jalan yang lebih baik kondisinya dan pendek jarak tempuhnya,” ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, mantan Gubernur Kaltim Isran Noor dan mantan Wagub Kaltim Hadi Mulyadi melintasi jalan trans Kalimantan, belum lama ini. Keduanya mengakui kondisi jalan trans Kalimantan yang tengah rusak. Namun dia mengatakan, hingga kini tahap perbaikan. Hingga akhir 2024, akan tercapai 96 persen perbaikannya. (*/luk/kri/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria