SAMARINDA–Keberadaan Terminal Samarinda Seberang yang menyandang Tipe A, Kelas III, di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, menjadi penting.
Menjadi terminal yang melayani rute antar-kota antar-provinsi (AKAP) antara Samarinda menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Terminal yang direvitalisasi sejak 2020, rampung Oktober 2022, telah beroperasi sejak Februari 2023, rencananya diresmikan Presiden Joko Widodo, Rabu (28/2).
Pengawas Terminal Samarinda Seberang Heriyawan mengatakan, terminal itu hanya melayani satu rute, yakni Samarinda-Banjarmasin. Jumlah PO yang beroperasi hanya empat, yakni PO Pulau Indah (16 unit), Samarinda Lestari (12 unit), Bintang Mas (5 unit), dan Damri (8 unit). “Ada sekitar 41 bus yang beroperasi di sana,” ucapnya, Selasa (27/2).
Beberapa fasilitas yang dimiliki yakni lahan seluas 6.682 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 3.600 meter persegi, bangunan dua lantai. Saat ini ada 13 pelaku usaha kelontongan dan makanan yang berjualan di sana, mereka merupakan pedagang lama yang berjual sebelum terminal direvitalisasi. “Kami juga punya ruang tunggu dengan kapasitas sekitar lebih dari 100 orang, termasuk aula yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Kami juga rutin melayani kunjungan pelajar TK-PAUD yang ada di Samarinda mengajarkan dan memberi pelayanan terkait transportasi dan rambu lalu lintas,” jelasnya.
Terkait persiapan peresmian yang akan dilakukan presiden, dia menyebut berbagai instansi memberikan dukungan baik dari Dinas PUPR, DPUPR-Pera Kaltim, Disdamkar, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang membantu perapian taman. “Termasuk pelaku UMKM juga sudah masuk semua,” ucapnya.
Terkait potensi rute baru, dia menambahkan, beberapa waktu lalu Wali Kota Samarinda Andi Harun melalui telah mengusulkan membuka rute menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Atas usulan itu, Tim Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kalimantan Timur telah menindaklanjuti. “Informasinya akan direncanakan tahun ini. Semoga disetujui agar secepatnya dilaksanakan. Kami setuju agar bisa meramaikan terminal juga,” jelasnya.
Terminal tersebut direvitalisasi pada 2020 menelan anggaran Rp 49,4 miliar, bersumber APBN. Di lapangan, sejumlah kegiatan persiapan dilakukan seperti pembersihan bahu jalan di depan terminal hingga pengaspalan pada area pintu keluar terminal yang dilakukan kolaborasi Dinas PUPR Samarinda dan DPUPR-Pera Kaltim. (dra/k8)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Indra Zakaria