Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Beberapa Titik Banjir Balikpapan Perlu Diantisipasi, BPBD Ingatkan Waspada Hujan Intensitas Tinggi

Dina Angelina • Senin, 27 Mei 2024 - 17:45 WIB
BANJIR: Kondisi banjir akibat intensitas hujan tinggi masih menjadi persoalan bagi warga Balikpapan. (KP)
BANJIR: Kondisi banjir akibat intensitas hujan tinggi masih menjadi persoalan bagi warga Balikpapan. (KP)

Prokal.co - Terakhir kali hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (20/5) sempat membuat beberapa kawasan di Kota Minyak kembali tergenang air. Baik pada titik genangan lama yang sudah menjadi langganan, hingga muncul titik genangan baru yang tak pernah disangka. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Balikpapan Bambang Subagya mengatakan, beberapa waktu lalu, memang wilayah Balikpapan sebagian terjadi genangan. Sebab, hujan turun merata dengan intensitas tinggi.

Terutama saat pagi dan membuat kemacetan bersamaan aktivitas warga berangkat kerja. Pihaknya mencatat ada beberapa titik genangan, baik baru maupun lama.

“Misalnya kami pantau titik genangan baru di depan Grand City dan Balikpapan Baru yang selama ini tidak pernah tergenang,” katanya. Selanjutnya titik genangan lama seperti kawasan Beller, Jalan Ahmad Yani (Antasari), dan Jalan Wonorejo.  

Selanjutnya laporan genangan di Graha Mulawarman Manggar dan RT 62, Kilometer 11, Kelurahan Karang Joang. “Total ada tujuh titik yang kami pantau dan menurunkan petugas. Titik genangan sekitar dari 0–50 sentimeter,” ucapnya.

Dia menjelaskan, saat hujan turun posisi laut sedang pasang. Namun menuju siang, genangan air mulai surut. BPBD memantau genangan air sudah surut sekitar pukul 09.00–10.00 Wita. Terutama yang cukup kaget dan viral genangan di Grand City. “Ramai videonya tersebar. Selama ini kan tidak pernah ada laporan genangan di sana,” imbuhnya.

Kemudian genangan di RT 62, Kilometer 11, Kelurahan Joang, juga terhitung baru. Semua genangan baru ini menjadi catatan dan pantauan BPBD. Bambang menegaskan, ini hanya genangan air bukan banjir. “Kalau hingga 6 jam tidak surut, masuk kategori banjir,” ujarnya.

Sementara yang terjadi ini termasuk genangan. Mengingat topografi wilayah Balikpapan sekitar 60 persen perbukitan. Apalagi kalau hujan terjadi saat pagi hari. Selama ini yang menjadi momok lokasi banjir di Global Sport dan depan Siloam sudah aman tidak ada genangan.

“Ini memang karena sudah ada perbaikan drainase dan keberadaan rumah pompa mulai terasa dampaknya,” tuturnya. Bambang menambahkan, kawasan Beller dulu setiap kali hujan lebat membuat banjir. BPBD sampai perlu evakuasi dan distribusi makanan.

“Sebenarnya masalah genangan ini karena drainase, jadi ada perbaikan saluran pasti membantu,” ungkapnya. Walaupun ada titik genangan baru di kawasan lain. Pihaknya telah menurunkan personel di titik-titik rawan. Sehingga masyarakat mengetahui bahwa ada warning di daerah tersebut. Petugas bisa menyampaikan informasi.

Selain itu, ada kejadian pohon tumbang di Sepinggan dan Gunung Sari. “Alhamdulillah kemarin tidak ada pergerakan tanah dan longsor yang menjadi perhatian kami,” bebernya. Pergerakan tanah tergolong rawan bahaya di Balikpapan. Khususnya daerah Prapatan dan Telaga Sari.

Bambang mengimbau saat curah hujan tinggi masyarakat selalu waspada. Di antaranya terhadap genangan air, pergerakan tanah, dan pohon tumbang. “Tiga hal itu yang harus selalu diwaspadai warga. Apalagi seperti pergerakan tanah tidak pernah bisa diprediksi dan berbahaya,” tandasnya. (dina/ms/kp)

Editor : Indra Zakaria