PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Masjid Agung Baitul Hikmah di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), bakal mempersiapkan Pasar Ramadan. Ada 14 tenda tunggal dan 21 tenda gabungan untuk pedagang.
Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi, mengungkapkan antusiasme masyarakat yang ingin berjualan cukup tinggi, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Banyak pedagang yang sudah mendaftarkan diri sejak sebulan sebelum Pasar Ramadan dibuka. Meski begitu, jumlah tenda tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 16 tenda tunggal, 42 tenda gabungan, dan tambahan lima tenda dari Baznas Berau.
Penurunan ini disebabkan adanya beberapa tenda yang mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan lagi.
“Yang belum jelas hanya tenda promosi seperti showroom kendaraan. Biasanya, setiap tahun pihak perbankan juga ikut bergabung, tetapi tahun ini belum ada konfirmasi,” ujar Kafrawi.
Dirinya masih mempertimbangkan untuk melakukan pengadaan tenda baru.
Namun, ia khawatir revitalisasi tepian untuk UMKM yang dilakukan pemerintah dapat mengurangi jumlah pengunjung Pasar Ramadan.
"Tempat bagi UMKM sekarang sudah lebih representatif dan bagus, tapi mudah-mudahan tidak berpengaruh terhadap pengunjung di Pasar Ramadan," katanya.
Pasar Ramadan di Masjid Agung Baitul Hikmah merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi dan kuliner selama bulan puasa di Berau.
Tahun ini, Kafrawi berharap Pasar Ramadan tetap menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk mencari hidangan berbuka puasa serta mempererat silaturahmi.
Hingga Senin (17/2/2025), jumlah pedagang yang mendaftar sudah mencapai 127 orang, termasuk 61 pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan rombong atau kendaraan sendiri.
“Kami sebenarnya sudah menutup pendaftaran, tetapi kalau ada yang masih ingin berjualan dan mendirikan tenda sendiri, tetap kami izinkan. Tentu ada tarif yang dikenakan, tetapi lebih murah dibanding sewa tenda yang kami sediakan,” jelasnya.
Adapun tarif yang dikenakan untuk PKL sebesar Rp 400 ribu, tenda tunggal Rp 2,2 juta, dan tenda gabungan untuk dua orang Rp 1 juta per meja.
Tarif tersebut berlaku selama Ramadan dan sudah mencakup biaya operasional untuk Masjid Agung Baitul Hikmah.
Para pedagang diperbolehkan berjualan mulai pukul 13.00 hingga menjelang Magrib. Batas waktu tersebut ditetapkan agar aktivitas pasar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di masjid.
Selain menyediakan tenda dan mengatur jam operasional, pihak pengurus masjid juga memberikan perlindungan berupa BPJS Ketenagakerjaan bagi para pedagang, seperti yang dilakukan sejak 5 tahun belakangan.
Fasilitas ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pedagang selama berjualan.
“Ini adalah salah satu bentuk perhatian kami kepada pedagang. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berjualan, mereka sudah terlindungi,” tegasnya.
Salah seorang warga di Jalan Manunggal Kelurahan Gayam, Nurul, setiap tahun selalu berpartisipasi untuk berjualan di Pasar Ramadan.
Dirinya bahkan sudah mendaftarkan diri jauh hari untuk mengisi slot pedagang di halaman Masjid Agung tersebut.
Dikatakannya, setiap tahun para pengunjung selalu ramai untuk datang mencari hidangan berbuka puasa.
"Mudah-mudahan Ramadan tahun ini juga ramai seperti sebelumnya. Hasilnya lumayan untuk pemasukan ibu rumah tangga seperti saya," ucapnya. (*/aja/far)
Editor : Faroq Zamzami