Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Air Mancur ‘Water Dancing’ di Pangkalan Bun Penuh Sampah, Begini Nasibnya...

Indra Zakaria • 2025-02-24 11:32:24
TAK DIJAGA: Air mancur ”Water Dancing” yang sebelumnya dipenuhi sampah, kini sudah bersih setelah petugas kebersihan turun tangan.IST/RADAR SAMPIT
TAK DIJAGA: Air mancur ”Water Dancing” yang sebelumnya dipenuhi sampah, kini sudah bersih setelah petugas kebersihan turun tangan.IST/RADAR SAMPIT

Pembangunan yang gencar dilakukan pemerintah memerlukan dukungan masyarakat. Terutama terhadap fasilitas publik. Namun, segelintir warga masih seenaknya ”mengotori” fasilitas itu tanpa menyadari dampaknya.

 

Air mancur ”Water Dancing” di Taman Kota Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, menjadi ikon kebanggaan warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Namun, fasilitas yang diresmikan Bupati Kobar Nurhidayah di periode pertamanya itu kini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh segelintir pengunjung. Diduga lama tidak dibersihkan, sampah-sampah berupa botol minuman mineral, plastik dan bungkus makanan lainnya kian menumpuk di sekitar Water Dancing.

Membuat kawasan air mancur itu terlihat kumuh. Ulah sebagian pengunjung yang tidak bertanggung jawab tersebut dikeluhkan masyarakat. Mereka beranggapan Pangkalan Bun pandai berhias, tetapi tidak pandai merawat aset yang menelan APBD cukup besar tersebut.

Meski petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kobar langsung bergerak membersihkan sampah, namun foto area yang dipenuhi sampah terlanjur ramai di media sosial hingga mendapat perhatian masyarakat luas. ”Sangat disayangkan. Untuk membuat air mancur di beberapa titik di dalam taman kota itu menelan anggaran besar. Saran saja dari kami, masyarakat, tiap hari lah disisir oleh petugas kebersihan. Pengunjung juga harus ikut bertanggung jawab menjaganya, dengan membuang sampah pada tempatnya,” kata Winowo, warga Kelurahan Madurejo.

Dia melanjutkan, perilaku buruk pengunjung yang membuang sampah sembarangan di kawasan publik, menjadi penyakit yang tidak sembuh-sembuh. Padahal, DLH Kobar sudah menyiapkan banyak tempat sampah di taman kota. Menurutnya, sebagus apa pun fasilitas yang dibangun, kalau tidak dibarengi rasa bertanggung jawab untuk memelihara dan menjaga, akan sia-sia. ”Penerangan juga masih dirasa kurang. Pencahayaan masih remang-remang, banyak yang menjadi catatan untuk ke depannya dalam penataan taman kota. Yang penting bagaimana menumbuhkan budaya malu membuang sampah sembarangan kepada pengunjung,” ujarnya.

Warga lainnya, Karjo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ketika dirinya menikmati waktu bersantai dengan keluarga di taman kota, risih melihat sampah yang menumpuk. ”Taman kan ada petugas keamanan kalau tidak salah, sekaligus berikan tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada pengunjung. Bila perlu berikan sanksi sosial agar jera,” katanya.

Di sisi lain, dia juga mengapresiasi petugas yang langsung turun tangan membersihkan sampah. ”Tadi saya ke taman kota, air mancur yang kemarin kotor sudah bersih. Sampah tidak ada lagi. Perlu kerja keras untuk penyadaran ke masyarakat,” ujarnya. (***/ign)

Editor : Indra Zakaria