Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Eksplorasi Mekanisme Alfa-Glucosidase Inhibitor dari Daun Kratom sebagai Terobosan Terapi Variatif Diabetes Mellitus oleh Tim PKM RE UMKT

Redaksi • Rabu, 1 Oktober 2025 - 16:44 WIB
Photo
Photo


Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kondisi patologis kompleks ditandai dengan adanya gangguan pada sekresi insulin atau resistensi terhadap insulin, sehingga menyebabkan hiperglikemia. Kondisi ini mencakup berbagai gejala yang timbul akibat adanya hiperglikemia. Dengan demikian, diabetes mellitus dapat diartikan sebagai adanya gangguan metabolisme yang disebabkan oleh abnormalitas sekresi insulin, fungsi insulin, atau kombinasi keduanya, yang berakibat pada peningkatan kadar gula darah (Syaripudin dkk., 2023).

Berdasarkan permasalahan diatas, hal ini mendasari kami tim yang diketuai oleh Dhea Sumerya Rachmadhana, dengan anggota Ammara Meida Fakhira, Renada, Amelia dan Nur Aulia Fatimah mengeksplorasi ekstrak daun kratom sebagai upaya yang berfokus pada penghambatan alfa-glukosidase. Salah satu pendekatan terapi yang berkembang adalah penggunaan alfa-glukosidase inhibitor untuk mencegah lonjakan gula darah setelah makan dengan memperlambat pemecahan karbohidrat.

Kami mengeksplorasi mekanisme kerja senyawa alfa-glukosidase inhibitor yang terdapat dalam ekstrak daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) sebagai potensi terapi variatif untuk mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Pada penelitin ini kami menjelaskan bahwa ekstrak daun kratom memiliki aktivitas penghambatan enzim alfa-glukosidase, yang berfungsi memperlambat pemecahan karbohidrat seperti sukrosa dan pati menjadi glukosa di usus.

Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur di bawah bimbingan Dr. Apt. Hasyrul Hamzah, S. Farm., M. Sc. dan juga penelitian ini merupakan penelitian yang mendapat pendanaan dari PKM dikti. Kami mengembangkan Ekstrak Daun Kratom sebagai Terobosan Terapi Variatif Diabetes Mellitus.

Penelitian terbaru ini mengarahkan perhatian pada ekstrak daun kratom, tanaman ini berasal dari Kalimantan sebagai sumber alami alfa-glukosidase inhibitor. Hasil awal menunjukkan bahwa ekstrak daun kratom mampu menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase secara kompetitif, sehingga memperlambat proses pemecahan sukrosa dan pati menjadi glukosa. Mekanisme ini berpotensi menurunkan kadar gula darah postprandial (setelah makan), yang sangat penting dalam pengelolaan diabetes tipe 2.

Selain itu, senyawa bioaktif yang diidentifikasi dalam ekstrak kratom, seperti mitragynine diduga turut berkontribusi terhadap aktivitas antihiperglikemik ini melalui modulasi enzim pencernaan dan respons insulin. Eksplorasi ini membuka peluang luas untuk mengembangkan terapi diabetes mellitus berbasis bahan alam yang lebih alami, efektif, dan terjangkau, sekaligus memperkaya khazanah farmakologi tanaman obat nusantara. Penelitian lanjutan baik praklinis maupun klinis sangat diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat terapeutik serta keamanan formulasi ekstrak daun kratom sebagai alternatif atau pelengkap terapi diabetes saat ini. (*)

 

Editor : Indra Zakaria