PROKAL.CO, SAMARINDA – Ajid Kurniawan terpilih sebagai ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim periode 2025-2029 dalam Musyawarah Daerah Provinsi Luar Biasa (Musdaprovlub) di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (11/10/2025).
Awalnya terdapat tiga nama calon ketua yang diusulkan.
Yakni, Ajid Kurniawan, Nazar, dan Tommy Simanjuntak.Baca Juga: Erick Thohir Sampaikan Permintaan Maaf: Mimpi ke Piala Dunia 2026 Belum Terwujud
Setelah proses penjaringan dan verifikasi, hanya Ajid yang memenuhi syarat. Ia kemudian ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi oleh forum.
Dalam sambutannya, Ajid menyampaikan tekad untuk menjadikan SPS Kaltim berbeda dari SPS provinsi lain.
Ia menyoroti struktur organisasi SPS di beberapa daerah yang masih eksklusif dan didominasi media cetak.
“Kita harus berubah. Dulu serikat surat kabar, sekarang serikat perusahaan pers,” tegasnya.
Ajid mencontohkan, SPS Sumatra Selatan yang belum mengakomodasi media online dalam struktur kepengurusan.
Menurutnya, SPS Kaltim harus mampu merangkul semua entitas media dan tidak terpaku pada struktur lama yang hanya memiliki beberapa bidang.
“Tantangan semakin besar. SPS tidak boleh hanya fokus ke dalam, tapi juga harus aktif ke luar. Bangun jejaring dengan berbagai pihak, supaya organisasi ini tidak dipandang sebelah mata,” ujar direktur Balikpapan Pos— grup Kaltim Post itu.
Ajid menekankan pentingnya transformasi digital dan inovasi.
Ia menyebut perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) sudah akrab dengan generasi muda, sementara banyak media masih tertinggal dalam adaptasi.
SPS, kata dia, akan menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas anggota, terutama media online, melalui pendidikan dan peningkatan kompetensi dasar jurnalistik digital.
Isu publisher rights juga menjadi perhatian. Ajid mendorong agar ada dukungan konkret dari pemerintah daerah, BUMN/BUMD, dan korporasi untuk memperkuat ekosistem industri pers di Kaltim.
Namun, dukungan itu harus diiringi dengan penerapan standardisasi yang jelas.
Ia mencontohkan, sistem klasifikasi media yang diterapkan DPRD Balikpapan. Media dengan grade A mendapatkan dukungan lebih besar karena memenuhi standar Dewan Pers.
“Kalau ada yang belum memenuhi standar, mari kita tingkatkan bersama. SPS bisa jadi jembatan,” ucapnya.
Musdaprovlub juga menghasilkan 11 rekomendasi strategis.
Di antaranya, peningkatan literasi media, diversifikasi sumber pendapatan, inovasi teknologi, penguatan regulasi, pendidikan dan sertifikasi jurnalis, serta peran aktif dalam pengawasan pemilu.
Juga pemberdayaan ekonomi digital, kolaborasi dengan LSM, penguatan peran media lokal, perlindungan data pribadi, serta dukungan pemerintah dan korporasi terhadap industri pers profesional.
Ajid menegaskan, 11 rekomendasi tersebut akan menjadi pedoman struktur kepengurusan dan arah program kerja SPS Kaltim ke depan.
“Media tidak bisa lagi hanya mengandalkan konten. Kita harus cerdas berinovasi dan membangun ekosistem yang sehat,” jelasnya. (*)
Editor : Faroq Zamzami