Tim pengabdian masyarakat darurat bencana Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (FK UMKT) bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) kembali melanjutkan kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pada kegiatan selanjutnya, tim melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Lubuk Sidup, salah satu kelurahan/desa yang berada di Kecamatan Sekerak.
Pelayanan kesehatan yang dilakukan tim FK UMKT di Lubuk Sidup diarahkan pada
pemantauan kondisi kesehatan warga yang terdampak bencana, khususnya mereka yang mengalami hambatan akses ke fasilitas layanan medis.
Tim melakukan penilaian kesehatan awal melalui wawancara singkat, pengecekan kondisi fisik dasar, serta memberikan penanganan medis sederhana dan obat-obatan sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi kegiatan. Di sela-sela kegiatan pelayanan kesehatan, tim pengabdian FK UMKT juga berkesempatan bertemu dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan yang putus.
Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan dua desa, sehingga kerusakannya berdampak langsung terhadap mobilitas warga dan kelancaran distribusi layanan dasar. Peninjauan ke lokasi jembatan yang terputus dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur pascabencana sekaligus memahami tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Terputusnya akses tersebut turut mempengaruhi jangkauan pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan ke wilayah terdampak.Tim FK UMKT menyampaikan bahwa keterbatasan akses akibat kerusakan infrastruktur menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian.
Meski demikian, pelayanan kesehatan tetap diupayakan agar masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan perhatian medis yang diperlukan. Kegiatan ini kembali menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah
daerah dalam penanganan dampak bencana. Kehadiran FK UMKT bersama Diktisaintek diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat respons kemanusiaan yang berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tamiang. (*)