Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jalur Pesisir Kaltim Jadi Prioritas 2026: Anggana hingga Bontang Segera Dilebarkan

Redaksi Prokal • 2025-12-30 10:15:00
Jalan poros Muara Badak yang mulai dibenahi Pemprov Kaltim.
Jalan poros Muara Badak yang mulai dibenahi Pemprov Kaltim.

 

SAMARINDA – Pemerataan infrastruktur di Kalimantan Timur kini mulai bergeser ke arah timur. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim resmi memasukkan agenda peningkatan jalan kawasan pesisir sebagai prioritas utama dalam APBD 2026.

Ruas jalan yang membentang dari Anggana, Muara Badak, Marangkayu, hingga Bontang akan mendapatkan sentuhan perbaikan signifikan. Keputusan ini diambil setelah jajaran Pemprov Kaltim melakukan tinjauan lapangan di jalur tersebut pada Senin, 29 Desember 2025.

Kondisi jalan di kawasan Muara Badak menjadi sorotan utama. Selain lebar jalan yang tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang tinggi, muncul kerusakan struktural berupa "retak buaya" di berbagai titik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, A.M Fitra Firnanda, mengakui bahwa kondisi jalan tersebut sudah jauh dari kata ideal.

"Tahap awal, kami akan amankan titik-titik krusial terlebih dahulu. Fokusnya adalah pengamanan bahu jalan dengan alokasi anggaran sekitar Rp4,7 miliar untuk pelebaran bahu jalan seluas 1,2 hingga 1,5 meter," ujar pria yang akrab disapa Nanda tersebut.

Tak hanya memperbaiki jalan provinsi yang sudah ada, Pemprov Kaltim juga berencana mengambil alih sejumlah ruas jalan kabupaten yang dinilai strategis. Jalan-jalan tersebut akan dinaikkan statusnya menjadi jalan provinsi.

Targetnya ambisius: selama struktur dasar badan jalan memungkinkan, lebar jalan akan ditingkatkan hingga mencapai sembilan meter. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar arus distribusi logistik dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Dinas PUPR-PERA menargetkan pengerjaan fisik secara menyeluruh akan dimulai pada Januari 2026. Saat ini, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim.

"Kami berupaya memastikan aliran anggaran berjalan tepat waktu. Tujuannya agar pengerjaan di lapangan benar-benar mengutamakan kualitas, bukan sekadar mengejar serapan anggaran di akhir tahun," tegas Nanda.

Melalui proyek ini, Pemprov Kaltim berharap nadi perekonomian di wilayah pesisir "Benua Etam" dapat berdenyut lebih kencang seiring dengan semakin mulusnya akses transportasi. (riz)

Editor : Indra Zakaria