Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Valentina Shevchenko Balas Kritik Khabib: "Teknik Tak Mengenal Gender, Semua Bisa Belajar Setara"

Indra Zakaria • Senin, 30 Maret 2026 - 22:00 WIB

Valentina Shevchenko
Valentina Shevchenko

LAS VEGAS – Debat mengenai peran perempuan dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA) kembali memanas. Mantan juara dominan kelas terbang wanita UFC, Valentina "The Bullet" Shevchenko, akhirnya angkat bicara untuk menanggapi pandangan konservatif yang sempat dilontarkan legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, terkait eksistensi petarung wanita di oktagon.

Tanpa ragu, Shevchenko memberikan pandangan yang tajam namun berimbang. Ia mengakui adanya perbedaan biologis alami, namun menolak keras anggapan bahwa kemampuan teknis dan intelektualitas bertarung dibatasi oleh jenis kelamin.

"Apakah pria memiliki keunggulan kekuatan fisik? Ya. Namun, apakah mereka memiliki keunggulan teknis? Jelas tidak. Siapa pun dapat mempelajari teknik bela diri secara setara," tegas Shevchenko dalam sebuah wawancara terbaru.

Petarung asal Kirgistan yang dikenal dengan teknik striking kelas dunia ini menekankan bahwa MMA adalah bentuk seni bela diri modern yang paling seimbang. Baginya, oktagon adalah ruang bagi siapa saja yang memiliki ambisi dan disiplin tinggi, terlepas dari latar belakang gender mereka. Menurut Shevchenko, membatasi partisipasi perempuan hanya akan menghambat perkembangan olahraga ini secara global.

"MMA adalah seni bela diri modern yang paling seimbang, dan baik pria maupun wanita harus bisa berlatih di tingkat tertinggi berdasarkan tujuan serta ambisi mereka masing-masing," tambahnya.

Pernyataan Shevchenko ini muncul sebagai antitesis dari komentar Khabib di masa lalu yang menyarankan agar wanita lebih fokus pada peran domestik daripada bertarung. Bagi komunitas MMA, respons Shevchenko dianggap sebagai pembelaan yang elegan namun tegas, mengingat ia sendiri adalah bukti nyata bagaimana seorang wanita bisa mencapai tingkat teknis yang melampaui rata-rata petarung pria sekalipun.

Kini, pernyataan "The Bullet" ini memicu diskusi luas di kalangan penggemar dan sesama petarung mengenai masa depan inklusivitas dalam olahraga kontak fisik. Di saat promotor seperti UFC terus mendorong divisi wanita ke panggung utama, suara-suara seperti Shevchenko menjadi pilar penting dalam menjaga momentum kesetaraan di dunia bela diri profesional. (*)

Editor : Indra Zakaria