TANJUNG SELOR - Padamnya listrik beberapa kali di Tanjung Selor dan sekitarnya, kemarin (2/10), bukan karena adanya pemadaman bergilir. Tapi karena dampak kegiatan uji coba pembebanan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Desa Gunung Seriang, Tanjung Selor ke jaringan PLN ULP Tanjung Selor.
Uji coba rencananya akan dilakukan mulai 2-20 Oktober mendatang.
Manajer PLN ULP Tanjung Selor Sandi mengatakan, pengujian atau uji coba PLTMG akan dilakukan selama 20 hari terhitung mulai kemarin.
“Untuk pemadaman sebenarnya tidak ada. Tapi yang dikhawatirkan kalau ada gangguan saat pengujian, maka tidak menutup kemungkinan listrik akan padam,” ujar Sandi kepada Radar Kaltara, Rabu (2/10).
Artinya, sambung Sandi, pemadaman yang terjadi bukan direncanakan tapi dampak dari gangguan kegiatan uji coba PLTMG sehingga secara otomatis listrik akan padam.
“Masyarakat juga harus memahami hal itu,” kata Sandi.
Lanjut dikatakan, surat pemberitahuan pengujian PLTMG ini juga sudah disebar ke masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat dapat memaklumi jika listrik tiba-tiba padam.
Apalagi, menurut Sandi, yang diuji coba merupakan mesin baru sehingga tidak dapat dipastikan semua proses pengujian akan berjalan dengan lancar.
“Jadi jika terjadi kendala otomatis akan terjadi pemadaman. Tapi kalau selama pengujian tidak terjadi gangguan maka dapat dipastikan listrik tidak akan padam,” ujarnya.
PLN, jelas Sandi, telah mengantisipasi listrik padam, terutama padam dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Antisipasinya kami menyediakan mesin genset,” sebutnya.
Yang pasti, kata Sandi, PLN sudah mengantisipasi segala kemungkinan jika listrik padam akibat uji coba PLTMG.
“Kami juga sudah mengantisipasi agar pengujian dapat berjalan lancar,” imbuhnya.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Ketenagalistrikan ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan mengatakan, sesuai perintah Gubernur Kaltara H. Irianto Lambrie melalui kepala Dinas ESDM, pihaknya diminta untuk terus monitoring pembangunan PLTMG.
“Diharapkan setelah pengujian, PLTMG sudah bisa masuk ke jaringan ULP dalam rangka penguatan sistem kelistrikan,” harapnya.
PLTMG, sebut Yosua, berkapasitas 2X75 megawatt (MW). Namun yang baru masuk ke jaringan baru satu. Jika sesuai dengan hasil kesepakatan dengan pihak PLN, PLTMG akan mulai beroperasi pada akhir bukan Oktober ini.
“Kita akan terus melakukan monitoring, hingga bisa beroperasi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya tanggal 28 September lalu sudah dilakukan uji coba pembebanan PLMTG ke jaringan PLN ULP Tanjung Selor namun gagal karena ada gangguan mesin. Sehingga uji coba dilakukan kembali mulai kemarin.
Jika uji cobanya berhasil, maka daya listrik PLN ULP Tanjung Selor dipastikan akan bertambah. Saat ini ULP PLN memiliki daya listrik 13,1 MW. Daya tersebut masing-masing disuplai dari PLTU PT SAS sebesar 5,6 MW dan PLTD 7,5 MW. Sedangkan beban puncak 13,4 MW.(*/jai/ana)
Editor : anggri-Radar Tarakan