TARAKAN – Ketua RT 61, Kelurahan Karang Anyar, Martina Rante, mengatakan lingkungan RT 61 ini rawan banjir. Sebelumnya ketinggian drainase sudah ditambah satu meter dan lebarnya sekitar 1,5 meter.
Namun sangat disayangkan, saat hujan dengan intensitas tinggi air meluap ke badan jalan. Padahal aliran air lancar, namun tertahan dengan jembatan yang kurang tinggi dari siring drainase.
“Airnya mengalir saja. Drainasenya sudah dikasih tinggi lagi tapi jembatannya tidak. Kan setiap rumah ada jembatannya, tapi kurang tinggi. Jadi airnya tertahan di jembatan,” terangnya kepada Radar Tarakan, Rabu (9/1).
Setiap hujan lebat, warga setempat merasa was-was. Genangan air setinggi sekitar 10 centimeter. Bahkan satu rumah warga selalu dimasuki air. Adapun 300 meter panjangnya air yang tertahan di drainase.
Debit air yang banyak saat hujan, tidak mengalir bebas karena rendahnya jembatan. Akhirnya air yang tertahan, meluap ke badan jalan.
“Jadi warga itu was-was kalau hujan, katanya nanti masuk rumahku lagi,” katanya.
Setiap Sabtu, ia dan warga rutin membersihkan drainase. Agar tidak terjadi pendangkalan karena tumpukan pasir. Apalagi pasir selalu terbawa air dan mengendap dalam drainase.
“Kalau tergenang, tinggal lah sampah-sampahnya. Tapi warga angkat kalau ada sampahnya. Rencana Sabtu kita mau kerja bakti lagi, angkat pasirnya supaya tidak dangkal drainasenya,” bebernya.
Genangan air di badan jalan pun berimbas pada semenisasi dan mempercepat kerusakan. Sehingga keberadaan jembatan ini lah yang perlu dibenahi, ditinggikan agar aliran air tidak tertahan. (*/one/udn)
Editor : anggri-Radar Tarakan